Breaking News:

Pembunuhan

Kasus Ayah Bunuh Anak Pakai Racun Tikus, Ini Keterangan Istri Terdakwa di Pengadilan Lhoksukon

Ia baru terkejut ketika mendengar informasi kalau anak angkatnya itu ditemukan sudah meninggal.

SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Dua terdakwa kasus pembunuhan dengan menggunakan racun tikus keluar dari ruang sidang di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (7/8/2019). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Dua terdakwa kasus pembunuhan M Amin alias Bambang (26) pemuda berkebutuhan khusus asal Desa Pante Baro Glee Siblah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen dengan menggunakan racun tikus, Rabu (7/8/2019) menjalani sidang ketiga di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara.

Sidang ketiga tersebut beragendakan mendengar keterangan dua saksi.

Terdakwa menjalani sidang perdana pada Rabu (24/7/2019) dengan agenda mendengar materi dakwaan.

Baca: Ongkos Pesawat Mahal, Lobster Pulau Banyak Aceh Singkil tak lagi Diekspor

Terdakwa pertama dalam kasus itu adalah yang menyuruh membunuh korban yaitu ayah angkat korban, Zulisupandi alias Om Pandi (54) sopir, asal Desa Pante Desa Pante Baro Glee Siblah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen .

Sedangkan terdakwa kedua adalah Suryadi alias Isur (42) warga Desa Pekan Gegang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, Medan yang meracuni korban dengan menggunakan racun tikus.

Sidang kasus itu dipimpin Latiful SH, didampingi dua hakim anggota Bob Rosman SH, dan Maimunsyah SH. kedua hadir ke ruang sidang didampingi pengacaranya, Taufik M Noer SH.

Baca: Tinjau Gua Tsunami Purba, Kepala BNPB: Waspada, Tsunami Bisa Terjadi Kapan Saja

Saksi yang diperiksa dalam sidang tersebut adalah istri terdakwa, Agustina.

Ia mengaku sebelumnya korban sempat disekolahlan di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Namun, setelah pulang ke rumah, kelakuannya mulai mengganggu kenyamanan terdakwa dan istrinya.

Halaman
12
Penulis: Jafaruddin
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved