Salam

Habibie Takkan Terlupakan

BJ Habibie telah meninggal dunia di usianya 83 tahun. Karena semasa hidupnya beliau banyak menghabiskan waktu di Jerman

Habibie Takkan Terlupakan
Kompas.com
BJ Habibie dan Ainun 

BJ Habibie telah meninggal dunia di usianya 83 tahun. Karena semasa hidupnya beliau banyak menghabiskan waktu di Jerman, maka harian ini memberi judul berita utama dalam bahasa Jerman, “Auf Wiedersehen der Professor” atau “Selamat Jalan Pak Professor”.   Kepergian Habibie memang diiringi dengan berita puja-puji karena ia memang pantas dipuja dan dipuji.

Hampir semua media massa di negeri ini menempatkan kabar kepergian beliau sebagai berita utama halaman depan. Dengan huruf besar-besar ada yang menuliskan selamat Jalan Inspirator, Selamat Jalan Bapak Bangsa, Negarawan, Cendikiawan, Teknokrat, Pembuka Kebebasan Pers, dan banyak lagi gelar kekaguman yang disematkan kepada pria kelahiran Pare Pare, Sulawesi Selatan itu. 

Ini sangat wajar, mengingat BJ Habibie yang lahir di zaman Orde Lama, lalu mengabdikan diri untuk bangsa ini pada zaman Orde Baru dan Orde Reformasi. Karenanya, dia dikagumi pada masa lalu, dan dicintai kaum millenial. Lihat saja, ada berjuta-juta kaum muda Indonesia, termasuk di Aceh, yang secara sengaja menempatkan foto Habibie sebagai display picture (DP) di akun-akun medsos mereka. Para millenial juga memberi banyak komentar tentang kekagumannya kepada BJ Habibie.

Bukan hanya di dalam negeri, media-media asing juga menempatkan peristiwa meninggalnya BJ Habibie sebagai berita penting. Umumnya media-media luar negeri melukiskan sosok BJ Habibie sebagai tokoh yang mendorong terjadinya reformasi demokrasi dan perkembangan kebebasan pers setelah lama dikekang di masa pemerintahan Soeharto.

Media Australia, The Sydney Morning Herald dalam laporannya juga menulis BJ Habibie  dikenang di Australia dan di seluruh dunia karena mengizinkan Timor Timur mengadakan referendum kemerdekaan pada 30 Agustus 1999, sebuah langkah yang ditentang kalangan militer berpengaruh saat itu.

"Kepemimpinan Habibie memang yang paling singkat dalam sejarah Indonesia modern, tetapi transformatif untuk negara yang 20 tahun kemudian menikmati statusnya sebagai negara demokrasi dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia," tulis The Sydney Morning Herald terbitan Kamis (12/9).

Sedangkan The New York Times mengenang Habibie sebagai tokoh pro demokrasi. Dalam laporannya, media tersebut menulis sebagai presiden, Habibie meminta maaf atas pelanggaran HAM, termasuk di Aceh, masa lalu dan menguraikan program reformasi dalam delapan poin untuk membangun masyarakat yang adil, terbuka dan demokratis. Dia juga memerintahkan pembebasan tahanan politik, menghapus pembatasan pers dan mereformasi politik untuk mendorong pemilihan umum yang bebas.

Media bisnis dan finansial Bloomberg, menggambarkan Habibie sebagai sosok presiden Indonesia yang mampu mengendalikan ekonomi negara di tengah kekacauan krisis keuangan Asia. Suami dari Hasri Ainun Besari ini merupakan seorang insinyur aeronautika. Makanya, ia dikenang karena menstabilkan mata uang negara selama krisis keuangan.

BJ Habibie telah pergi untuk selama-lamanya. Tapi, keteladannya akan sulit dilupakan oleh bangsa ini. Kecintaannya kepada negeri dibuktikan di banyak kebijakan dan keputusannya. Lihatlah, karena kejeniusannya Jerman Barat mempercayakan Habibie menjadi vice president di tempat ia bekerja yaitu Messerschmitt-Bölkow- Blohm atau MBB, namun saat diminta untuk pulang ke Indonesia beliau tidak sulit mengambil keputusan dan meninggalkan jabatannya demi membangun Tanah Air khsusnya pada bidang teknologi.

Sebagai ternokrat , negarawan, cendikiawan muslim, dan lain-lain gelar, BJ Habibie sudah diteledani putra-putri Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Karya dan produktivitas Habibie yang sangat tinggi menjadikan beliau sebagai tokoh berpengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, bahkan dunia.

Selain itu, kepribadian luhur dan mulia ditambahkan pengabdiannya yang begitu besar kepada bangsa ini, maka BJ Habibie menjadi salah satu putra Indonesia yang paling pantas beristirahat terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, di samping makam istri tercinta Ainun Habibie. Selamat jalan Pak Professor!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved