Berita Bener Meriah

MAA Bener Meriah Gelar Lomba Melengkan dan Syair Gayo

Majelis Adat Aceh (MMA) Kabupaten Bener Meriah, menggelar lomba melengkan (pantun Gayo) serta syair Gayo untuk pelajar tingkat SLTP, MTs sederajat.

Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Para peserta lomba melengkan dan syair Gayo mengikuti acara pembukaan di Kantor MAA Bener Meriah, Senin (16/9/2019). 

MAA Bener Meriah Gelar Lomba Melengkan Dan Syair Gayo

Laporan Mahyadi | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Majelis Adat Aceh (MMA) Kabupaten Bener Meriah, menggelar lomba melengkan (pantun Gayo) serta syair Gayo untuk pelajar tingkat SLTP, MTs sederajat.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor MMA Bener Meriah, Senin (16/9/2019) tersebut, diikuti 12 sekolah se Kabupaten Bener Meriah.

Ketua Panitia Pelaksana, Buhari, mengatakan, digelarnya lomba melengkan dan syari Gayo, bertujuan untuk menambah wawasan siswa maupun siswi SMP sederajat dalam bisa seni Gayo.

”Selain itu, kegiatan lomba juga menjadi bagian dari pengembangan serta pelestarian budaya Gayo, karena melengkan merupakan bagian dari budaya Gayo,” kata Buhari.   

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesmas, Setdakab Bener Meriah, Drs Mukhlis, ketika  membuka acara lomba mengaspresiasi inisiatif dari MAA Kabupaten Bener Meriah yang telah menggelar lomba melengkan dan syair Gayo.

Kalahkan Ujong Pacu, PS Batuphat Timur ke Final Arun Muara Satu Cup

Buku Biografi The Habibie Series Banyak Dicari di Toko Buku New Zikra Banda Aceh

Penanganan Pantai Wisata di Kuala Pesisir Nagan Raya Diusulkan Anggaran Rp 12 Miliar

”Acara ini sangat bermanfaat, sebagai upaya mengingatkan kembali kepada generasi muda akan tradisi budaya Gayo yang harus dilestarikan,” ucap Mukhlis.

Dia menambahkan, saat ini budaya melengkan merupakan kesenian tradisional masyarakat Gayo yang mulai luntur karena pengaruh budaya global. Munculnya budaya asing dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai yang bersifat kontradiktif dengan adat istiadat masyarakat Gayo. ”Apalagi saat ini, budaya asing bisa diakses melalui internet, sehingga bisa berimbas pada hilangnya jati diri kita sebagai urang Gayo,” tambahnya.

Disisi lain, lanjutnya, tradisi melengkan dan syair Gayo yang dikembangkan oleh generasi terdahulu, berisi tentang pesan ajaran serta hukum Islam. Bahkan, karya cipta para leluhur yang diwariskan tersebut, memberikan pengaruh positif bagi masyarakat. “Ini menunjukkan bahwa eratnya hubungan antara adat dan agama di dalam masyarakat,” pungkasnya.(*)

 Koalisi NGO HAM Minta Kapolri Buka ke Publik Kemajuan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Safwan Idris

Terkait Proses Tender Proyek, Kepala UKPBJ Aceh Selatan: Kami Bekerja Sesuai Aturan

Besok, Bupati Aceh Besar Lantik 134 Keuchik  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved