Kamis, 7 Mei 2026

VIRAL Ritual Topo Pendem Dilakukan Mbah Pani, Kubur Diri Hidup-hidup Pakai Kain Kafan

Konon topo ini bertujuan untuk memunculkan penglihatan gaib, katanya setelah melakukan topo ini bisa melihat jin atau arwah-arwah gentayangan.

Tayang:
Editor: Amirullah
Tribun Jateng
Mbah Pani menjalani topo atau tapa pendem di Desa Bendar RT 3 RW 1 Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah, Senin (16/9/2019) selepas magrib. 

VIRAL Ritual Topo Pendem Dilakukan Mbah Pani, Kubur Diri Hidup-hidup Pakai Kain Kafan

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muji Lestari

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ritual Topo Pendem yang dilakukan Supani (63) alias Mbah Pani menarik perhatian warga sekitar.

Sebelum lebih jauh, kita ulas sedikit mengenai ritual Topo Pendem.

Topo Pendem atau nama lainnya Topo Ngeluweng, biasanya dilakukan dengan cara mengubur diri di tanah pekuburan atau tempat yang sangat sepi.

Konon topo ini bertujuan untuk memunculkan penglihatan gaib, katanya setelah melakukan topo ini bisa melihat jin atau arwah-arwah gentayangan.

Topo pendem hampir sama dengan topo ngeluweng atau bahkan ada yang menyamakan ritual tirakat ini, Biasanya diawali puasa lalu tirakat dengan mengubur diri hidup-hidup dengan diberikan lubang untuk bernafas dari bambu atau pralon.

Baca: Gregoria Gagal ke Babak Dua, Setelah Kalah dari Wakil Amerika Serikat Zhang Beiwen

Baca: Kakek 61 Tahun Kirim Surat Cinta ke Bocah SD, Ungkapkan Rindu hingga Panggil Gadis Manisku

Ritual atau tirakat itu dilakukan Mbah Pani di dalam rumahnya di Bendar RT 3 RW 1 Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Senin (16/9/2019).

Mbah Pani mulai melakukan persiapan ritual Topo Pendem selepas ia menunaikan salat magrib di Musala Al-Ikhlas, musala setempat.

Ratusan warga berkerumun di halaman rumah Mbah Pani selepas magrib.

Bahkan aparat desa dan kepolisian pun ikut memantau aksi nekat yang dilakukan pria itu.

Mereka menyaksikan prosesi ritual Topo Pendem yang dijalani oleh Mbah Pani, yang dikenal sebagai pemain senior seni tradisional Ketoprak di wilayahnya.

Dikutip TribunJakarta (17/9/2019), TribunJateng menemui Mbah Pani beberapa saat sebelum menjalani prosesi Topo Pendem.

Baca: VIRAL Polisi Ditabrak hingga Nyangkut di Kap, Hotman Paris Tawari Biaya Sekolah Anak Bripka Eka

Baca: Juara Umum Marchin Band Piala Gubernur Aceh, Grup MBGBK SMPN 1 Bireuen Diarak Keliling Kota Bireuen

Mbah Pani mengatakan, ritual Topo Pendem kali ini merupakan yang ke-10 ia lakukan.

Mbah Pani juga mengatakan ini adalah ritual terakhir yang akan ia lakukan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved