Berita Banda Aceh

Ini 30 Fakta Baru Bisnis Narkoba di Aceh

Mengapa pula Aceh sampai dinyatakan darurat narkoba dan Aceh lampu merah narkoba?

Ini 30 Fakta Baru Bisnis Narkoba di Aceh
SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE sedang presentasi pada Lokakarya Antinarkoba di Aula Balai Kota Banda Aceh, Selasa (17/9/2019). 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bahwa Aceh pernah dijuluki lumbung ganja, sudah bukan rahasia lagi. Tapi kini Aceh mulai dijuluki "lumbung sabu-sabu".

Apa sebabnya?

Mengapa pula Aceh sampai dinyatakan darurat narkoba dan Aceh lampu merah narkoba?

Dan mengapa sindikat narkoba internasional tertarik berbisnis di Aceh?

Berikut 30 fakta terbaru tentang bisnis narkoba di Aceh.

1. Tahun 2015 Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyatakan "Aceh Darurat Narkoba", tahun 2019 Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH menyatakan "Aceh Lampu Merah Narkoba".

2. Jumlah kawasan narkoba di Indonesia terdata 654 lokasi; 64 lokasi di antaranya berada di Aceh.

3. Aceh memiliki 29 jalur tikus sebagai pintu masuk sabu-sabu dan ekstasi dari luar negeri melalui jalur laut.

4. Dulu Aceh dijuluki lumbung ganja, sekarang lumbung sabu-sabu.

Halaman
1234
Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved