Berita Banda Aceh
Ini 30 Fakta Baru Bisnis Narkoba di Aceh
Mengapa pula Aceh sampai dinyatakan darurat narkoba dan Aceh lampu merah narkoba?
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Yusmadi
Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bahwa Aceh pernah dijuluki lumbung ganja, sudah bukan rahasia lagi. Tapi kini Aceh mulai dijuluki "lumbung sabu-sabu".
Apa sebabnya?
Mengapa pula Aceh sampai dinyatakan darurat narkoba dan Aceh lampu merah narkoba?
Dan mengapa sindikat narkoba internasional tertarik berbisnis di Aceh?
Berikut 30 fakta terbaru tentang bisnis narkoba di Aceh.
1. Tahun 2015 Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyatakan "Aceh Darurat Narkoba", tahun 2019 Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH menyatakan "Aceh Lampu Merah Narkoba".
2. Jumlah kawasan narkoba di Indonesia terdata 654 lokasi; 64 lokasi di antaranya berada di Aceh.
3. Aceh memiliki 29 jalur tikus sebagai pintu masuk sabu-sabu dan ekstasi dari luar negeri melalui jalur laut.
4. Dulu Aceh dijuluki lumbung ganja, sekarang lumbung sabu-sabu.
5. Aceh kini bukan lagi merupakan daerah transit narkoba, melainkan sudah merupakan daerah tujuan narkoba.
6. Aceh menjadi pintu gerbang masuknya narkoba dari luar negeri, terutama dari Malaysia dan Thailand. Sebagian besar dikonsumsi di Aceh, selebihnya didistribusikan ke Sumatera Utara, Riau, Lampung hingga Pulau Jawa dan Bali.
7. Tak ada lagi daerah dari 18 kabupaten dan lima kota di Aceh yang bebas dari kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Narkoba di Aceh sudah sangat merusak berbagai lapis usia dan profesi.
8. Sabu-sabu di Aceh lebih berbahaya dalam merusak sel saraf penggunanya, karena sebagian besar ditambahi tawas sebelum dipasarkan.
9. Satu kilogram sabu-sabu dibeli awak Aceh Rp 300 juta hingga Rp 600 juta di Malaysia dan Thailand, kemudian--biasanya setelah dioplos--dijual seharga 1,5 hingga 2 miliar rupiah di Aceh/Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wali-kota-langsa-usman-abdullah-se-sedang-presentasi.jpg)