Berita Banda Aceh
Ini 30 Fakta Baru Bisnis Narkoba di Aceh
Mengapa pula Aceh sampai dinyatakan darurat narkoba dan Aceh lampu merah narkoba?
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Yusmadi
10. Harga jual sabu-sabu di Aceh termahal di Asia. Di Tiongkok, 1 gram = Rp 25.000, di Iran 1 gram = Rp 50.000, di Aceh 1 gram = Rp 1.500.000. Ini yang membuat sindikat narkoba internasional tertarik berbisnis di Aceh/Indonesia.
11. Paket termurah sabu-sabu di Aceh dijual antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000/paket. Ini menyebabkan, remaja dan pelajar pun mampu membelinya.
12. Hasil riset FKUI, BNN, dan LIPI: Satu dari 100 pelajar Aceh positif narkoba.
13. Hasil survei prevalensi narkoba di kalangan pekerja di Aceh tahun 2018 oleh BNN dan LIPI menunjukkan 38.493 orang atau 0,74% dari 5,2 juta jiwa penduduk Aceh terpapar narkoba.
14. Tahun 2019 tercatat 5.418 orang merupakan narapidana narkoba di LP-LP dan rutan di Aceh. Dari jumlah tersebut, 3.746 orang di antaranya pengedar, 1.672 orang pengguna.
Di LP Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara pun mayoritas penghuninya warga Aceh yang terlibat narkoba.
15. Sangat sedikit di antara pengguna narkoba yang berhasil direhabilitasi karena Aceh tak mempunyai pusat rehabilitasi khusus korban narkoba.
16. Di Samalanga, Bireuen, ada satu anak tega membunuh ayahnya karena tak diberi uang untuk beli sabu-sabu (tahun 2019). Pelaku tak dihukum karena dinyatakan gila. Namun, penduduk tahu gilanya karena kecanduan narkoba.
17. Di Aceh Tamiang, ada satu anak kecanduan narkoba menjuali apa saja barang berharga di rumah orang tuanya. Termasuk kursi dan sofa. Akhirnya, semua kursi di rumah itu dirantai ayahnya.
Juga di Tamiang, ada pecandu narkoba yang nekat memutus rantai untuk bisa melarikan celengan masjid berisi uang sedekah jemaah.
18. Sekitar Rp 86 triliun setiap tahun uang berputar dalam bisnis narkoba di Aceh.
19. Angka tersebut sebagai potensi "aset bank yang hilang", karena uangnya memang tidak disimpan bandar narkoba di bank supaya bisnis haramnya tidak terendus oleh aparat penegak hukum.
20. Selama 2017-2019 (sejak Brigjen Pol Faisal Abdul Naser MH memimpin BNNP Aceh), sudah 3 ton sabu berhasil disita. 3 Ton = 3.000 kg x Rp 2 miliar. Itu belum termasuk transaksi yang tak terendus aparat penegak hukum.
21. Banyak anak muda Aceh yang tertarik menjadi kurir sabu dan ekstasi antarprovinsi karena ongkosnya yang menggiurkan. Minimal Rp 7 juta satu trip plus tiket pp.
22. Kurang dari sepuluh perempuan Aceh tertarik menjadi kurir sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh terutama menggunakan jalur udara.
23. Terdakwa perkara narkoba yang dituntut pidana mati di Aceh saat ini tujuh orang di Kejari Aceh Utara, 12 orang di Kejari Aceh Timur, satu orang dalam proses banding.
24. Satu terpidana mati kasus narkoba di Aceh asal Kota Langsa, setelah mengajukan peninjauan kembali (PK), hukumannya diturunkan MA menjadi 18 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wali-kota-langsa-usman-abdullah-se-sedang-presentasi.jpg)