Sabtu, 11 April 2026

Pesawat Batal Terbang, Kabut Asap Mulai Selimuti Aceh

Pesawat Wings Air bahkan terpaksa membatalkan penerbangannya dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, menuju ke Bandara Malikussaleh

Editor: bakri
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Bireuen, Rabu (18/9/2019). 

* Firefly Alihkan Pendaratan ke Langkawi

LHOKSEUMAWE - Kabut asap yang mulai menyelimuti Aceh, Rabu (18/9), telah menyebabkan gangguan penerbangan. Pesawat Wings Air bahkan terpaksa membatalkan penerbangannya dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, menuju ke Bandara Malikussaleh, Aceh Utara.

Kepala Tata Usaha Satuan Pelayanan Bandara Malikussaleh, Niswan, menuturkan, sebenarnya jadwal penerbangan Wings dari Bandara Kualanamu pukul 13.30 WIB. Namun sampai dengan pukul 14.30 WIB pesawat belum juga terbang. "Hasil konfirmasi kita, pesawat harus menunda penerbangan akibat kabut asap yang jarak pandangnya tinggal 1,5 kilometer," ujar Niswan.

Sekitar pukul 15.30 WIB pihaknya kembali mendapatkan konfirmasi dari pihak Wings jika pesawat dipastikan tidak bisa terbang ke Bandara Malikusaleh. Padahal, jumlah penumpang dari Bandara Kualanamu sudah penuh, mencapai 72 orang. Sedangkan dari Bandara Malikussaleh telah menunggu sebanyak 64 orang.

"Informasi kita dapat, biaya tiket bagi penumpang akan dikembalikan setelah dipotong 10 persen. Hal ini karena gagalnya terbang pesawat akibat faktor alam," ujar Niswan.

Terkait kabut asap ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara melalui Prakirawan Febrianto Simanjuntak, sebelumnya juga telah mengeluarkan pemberitahuan melalui grup Whatsapp.

"Yth Bapak/Ibu, hari ini terpantau kabut asap mulai memasuki wilayah Aceh Utara. BMKG Malikussaleh Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendaraan, seiring potensi menurunnya jarak pandang, menganjurkan untuk menggunakan masker ketika melaksanakan aktivitas di luar ruangan, serta banyak minum air saat beraktivitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan," tulis Febrianto.

Selain di Lhokseumawe dan Aceh Utara, kabut asap dilaporkan juga terlihat di Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Bireuen, dan Subulussalam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Syahri, juga membenarkan hal itu.

Syahri mengaku mendapat informasi kemunculan asap dari Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran. "Kebetulan saya sedang di Jakarta. Tadi Direktur bilang asap sudah sampai Aceh Tamiang," kata Syahri melalui telepon.

Dia memastikan kondisi ini akan dikoordinasikan dengan sejumlah instansi untuk segera dilakukan pencegahan dini. "Misalnya Dinas Kesehatan. Kita akan lakukan upaya pencegahan agar tidak berdampak negatif kepada masyarakat," ujarnya.

Imbauan juga dikeluarkan Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Amir Addani, yang mengajak masyarakat agar waspada terhadap kabut asap yang dapat membahayakan kesehatan. "Kalau ke luar rumah sebaiknya pakai masker, karena kabut asap itu dapat menyebabkan ISPA atau gangguan pernapasan," imbaunya.

Alihkan pendaratan

Sementara itu, pesawat Firefly yang terbang dari Aceh menuju Pulau Pinang, Malaysia, dilaporkan harus mengalihkan pendaratan ke bandara lain. Pesawat tidak bisa mendarat di Bandara Internasional Pinang karena diselimuti kabut asap.

“Pesawat berangkat dari Bandara SIM (Sultan Iskandar Muda) sekitar pukul 10.00 WIB. Tetapi tidak bisa langsung mendarat ke Pinang karena asap. Akhirnya dialihkan ke Langkawi, baru kemudian terbang lagi ke Pinang,” ujar pelaku usaha perjalanan di Banda Aceh, Kiswoyo.

Informasi lain yang diperoleh Serambi, ada juga pesawat dari Kualanamu yang batal mendarat di Pinang pada pukul 16.00 kemarin, sehingga akhirnya pesawat harus balik arah, terbang kembali ke Medan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved