Jumat, 5 Juni 2026

Pesawat Batal Terbang, Kabut Asap Mulai Selimuti Aceh

Pesawat Wings Air bahkan terpaksa membatalkan penerbangannya dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, menuju ke Bandara Malikussaleh

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Bireuen, Rabu (18/9/2019). 

Sepanjang sore kemarin, Bandara Internasional Pinang, Malaysia, memang diselimuti kabut asap. Banyak warga Aceh yang dilaporkan mengalami penundaan penerbangan ke Kualanamu. “Cukup banyak warga Aceh berada di ruang tunggu Bandara Pinang karena pernerbangan delay (ditunda sementara), malah banyak penerbangan sudah dibatalkan,” kata seorang warga Aceh di Bandara Pinang, Fajar, kepada Serambi.

Informasi yang diperoleh Fajar, seharusnya keberangkatan ke Indonesia dilakukan pada pukul 14.00 WIB. Namun penerbangan itu ditunda dan para calon penumpang diminta menunggu hingga pukul 18.00 waktu Malaysia.

Selain ke Kualanamu, gangguan penerbangan juga terjadi untuk tujuan ke seluruh wilayah Indonesia. Fajar sendiri mengaku akan berangkat ke Jakarta pada pukul 15.00 waktu Malaysia, tetapi tertunda karena kabut asap. Baru sekitar pukul 19.00 WIB waktu Malaysia, pesawat sudah kembali diizinkan untuk lepas landas.

Seperti diketahui, saat ini sejumlah wilayah di Indonesia dan sejumlah negara tetangga diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 2.719 titik panas kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia pada Rabu (18/9) kemarin. Titik tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Sementara total luas lahan terbakar selama Januari hingga Agustus mencapai 328.724 hektare.

Luas kebakaran gambut paling luas di Riau (40.553 hektare), Kalimantan Tengah (24.883 hektare), Kalimantan Barat (10.025 hektare). Karhutla juga terjadi di Jambi, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Aceh, Bangka Belitung, Kalimantan Utara dan Maluku Utara.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Zakaria, menyatakan, kabut asap yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di Aceh kemungkinan merupakan kabut asap dari provinsi lain di Sumatera yang terbawa angin ke sebagian wilayah Aceh.

"Apabila dilihat dari informasi BMKG, selama beberapa hari ini tidak ada titik panas (di Aceh), kemungkinan itu kabut asap dari provinsi lain di Sumatera, dan kalau kita lihat arah anginnya dari Tenggara," jelasnya saat dikonfirmasi Serambi, Rabu (18/9).

Ia mengatakan kabut asap yang melanda beberapa kabupaten/kota di Aceh itu sudah mulai terlihat sejak Selasa (17/9) pukul 16.00 WIB. Menurut Zakaria, kabut asap yang terjadi saat ini sudah sedikit mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari BMKG Lhokseumawe, jarak pandang akibat kabut antara 2-4 kilometer, yang berarti agak pekat.

"Sementara untuk wilayah tengah Aceh masih bagus dengan jarak pandang 10 kilometer, sama halnya untuk wilayah barat selatan juga masih bagus. Wilayah timur dan utara Aceh yang mulai berdampak dengan kabut asap ini, sedangkan untuk di Banda Aceh hingga saat ini belum berdampak," jelasnya.

Zakaria menambahkan, kabut asap yang terjadi di beberapa kabupaten/kota tersebut kemungkinan akan bertahan hingga tiga hari. Namun semakin lama akan berkurang karena diperkirakan Kamis (19/9) akan ada sedikit hujan untuk wilayah utara timur Aceh, termasuk juga wilayah tengah, seperti Bener Meriah, Aceh Tengah dan Singkil. Kemudian Subulussalam, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara dengan curah hujan sedang hingga lebat.

Sedangkan wilayah Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya diprediksikan hujan ringan hingga sedang. Sementara Sabang dan Simeulue diperkirakan cerah berawan. "Dengan adanya hujan di beberapa wilayah di Aceh, diperkirakan akan mengurangi kabut asap," ujarnya. Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika keluar rumah, dan perbanyak konsumsi air putih. (nun/mad/zb/bah/c49/c38/din/una)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved