Berita Aceh Barat Daya

Bupati dan Ribuan Relawan Bersihkan Sampah Pantai Jilbab di Abdya

Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dalam kesempatan itu mengaku sedih melihat sampah, yang menumpuk di sejumlah tempat keramaian.

Bupati dan Ribuan Relawan Bersihkan Sampah Pantai Jilbab di Abdya
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim SH didampingi istri, Ida Agustina bersama ribuan relawan world cleanup day Abdya 2019 melakukan bersih-bersih pantai jilbab, kecamatan Susoh, Sabtu (21/9/2019). 

Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dalam kesempatan itu mengaku sedih melihat sampah, yang menumpuk di sejumlah tempat keramaian.

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya


SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH, Dandim 0110 Abdya, Letkol Czi M Ridha Has bersama ribuan relawan world cleanup day (WCD)Abdya  2019 melakukan bersih-bersih pantai, Sabtu (21/9/2019).

Ketua Panitia WCD Abdya 2019, Yudya Pratidina mengatakan, aksi bersih pantai Jilbab itu merupakan kegiatan puncak WCD Abdya 2019.

"Sebelum kita lakukan ini, kita juga sudah melakukan workshop,  dan sosialiasasi ke sejumlah sekolah, tentang pentingnya menjaga kebersihan," kata Yudya Pratidina.

Selain itu, pihaknya juga menggelar bazar dan ekpos hasil kerajinan tangan para anak-anak dari bahan baku dari daur

Ia menyebutkan, aksi WCD Abdya 2019 ini melibatkan ribuan relawan dari sejumlah pihak, seperti pengurus anggota TNI/Polri, pengurus dharma wanita, PKK Abdya, anggota pramuka, dan anak-anak TK, SD,SMP,SMA dan para relawan.

"Kita berharap dengan kegiatan ini, bisa menimbulkan kesadaran masyarakat, dan pemerintah untuk memperhatikan persoalan sampah di pantai dan tempat wisata kita," pungkasnya.

Baca: Begini Kejutan Perayaan Ultah Pernikahan ke -30 Kajati Aceh di Bireuen

Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dalam kesempatan itu mengaku sedih melihat sampah, yang menumpuk di sejumlah tempat keramaian.

"Menyedihkan, kini aliran sawah pun dipenuhi sampah plastik.

Baca: Anaknya Nyaris Disantap Buaya, Seorang Ayah Nekat Gigit Kaki Buaya

Saya mengamati banyak sekali, degradasi, penurunan kesadaran untuk peduli terhadap sampah ini. Bak ta pudoh hek," ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH.

Menurutnya, persoalan sampah itu bisa teratasi jika ada kesadaran semua pihak, dan menganggap sampah ini adalah sumber pendapatan dan ekonomi.

"Saya ini sebenarnya ahli sampah, maaf pak Dandim, kalau saya lihat sampah ini seperli lihat uang," kata Akmal.

Karena, kata Akmal, belasan tahun lalu pernah menjadi pengusaha sampah, dan mampu mempekerjakan 80 orang, bahkan penghasilan para pekerjnya tersebut, bisa seimbang dan mengalahkan dosen Unsyiah.

Baca: Pemko Langsa Peringatkan Pengusaha, Delapan Rumah Makan dan Café tak Bayar Pajak

"Kebetulan usaha itu, dekat dengan Unsyiah, makanya saya beri semangat anggota saya itu dengan dosen unsyiah," katanya.

Kini, kata Akmal, telah meminta salah seorang temannya, untuk mengelola sampah di Abdya, dan pendapatannya mencapai Rp 1 juta per hari.

"Alhamdulillah, Agus kini mampu mempekerjakan belasan orang miskin dan janda-janda yang memelihara anak yatim.

Saya berharap, ini bisa berkembang, dan banyak pekerja yang tertampung," tandasya.

Selain itu, ia juga berharap pada camat, keuchik, untuk peduli lingkungan, bahkan bisa menggunakan dana desa untuk mengatasi sampah.

"Dibenarkan kok, dana desa itu dipakai untuk mengatasi sampah ini," pungkasnya.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved