Invest In Aceh

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM di KEK Arun Lhokseumawe Dikebut, Target Selesai 2021

Saat ini, progres pembangunan pabrik NPK Chemical oleh PT PIM di KEK Arun yang dilaksanakan oleh PT PIM sudah sesuai target, yakni mencapai 5 persen.

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM di KEK Arun Lhokseumawe Dikebut, Target Selesai 2021
Dok: DPMPTSP Aceh
Kepala Proyek Pembangunan NPK, Dedek (kiri), Kepala Administrator KEK Arun, Dr Aulia Sofyan (tengah), dan GM Operasional BUPP KEK Arun, Rustam Efendi (kanan) saat meninjau lokasi pembangunan proyek, Sabtu (20/9/2019). 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Proyek pembangunan Pabrik Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK) Chemical oleh PT PIM di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe terus dikebut untuk mencapai target operasional pada tahun 2021 mendatang.

Kepala Administrator KEK Arun Lhokseumawe, Dr Aulia Sofyan dalam kunjungannya ke lokasi pembangunan pada Jumat (20/9/2019) mengatakan, progress yang dilaksanakan oleh PT PIM saat ini sudah sesuai target, yakni mencapai lima persen.

"Proyek pembangunan yang dijangkakan memakan waktu selama 29 bulan dan ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2021, dengan tujuan memenuhi kebutuhan ekspor ke beberapa negara di Asia tenggara dan Asia Selatan," kata Aulia.

Selaku administrator di KEK Arun Lhokseumawe, Aulia menegaskan bahawa PT PIM berhak mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk untuk material yang diimpor dalam proses pembangunan.

"Saat ini Administator sedang mempersiapkan proses penetapan pembebasan bea masuk dalam kawasan setelah berkoordinasi dengan pihak Dirjen Bea Cukai dan Sekretariat Nasional KEK di Jakarta," katanya.

Selain memproduksi pupuk, menurut Aulia, pabrik yang dibangun akan terintegrasi dengan pabrik existing Pupuk Iskandar Muda (PIM) dimana kebutuhan utilitas listrik, air dan steam akan disuplai dari PT PIM, termasuk fasilitas pelabuhan.

Administrator sebagai perwakilan pemerintah, menurut Aulia mendukung penuh terhadap investasi yang dikucurkan oleh PT PIM dalam pembangunan pabrik NPK dengan kapasitas produksi 500.000 ton per tahun dan investasi senilai Rp. 1 Triliun.

"Ke depan kita tentunya berharap akan lebih banyak perusahaan yang masuk berinvestasi di KEK Arun Lhokseumawe, mengingat kawasan ini sudah sepenuhnya beroperasi semenjak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Desember 2018 lalu," imbuhnya.(*)

Artikel ini dimuat atas kerja sama publikasi Haba DPMPTSP Aceh.

Baca: Kisah Teuku Zamah Amin dari Sanggeu Pidie, Kuliah di ITB, Bangun Masjid Hingga Dipanggil Ayah Bogor

Baca: Membaca 4 sampai 10 Jam Sehari, jadi Trik Riski Rebut Juara O2SN Tingkat Provinsi Aceh

Baca: Ditawarin Jadi Menteri, Ini Jawaban Adian Napitupulu Kepada Jokowi

Baca: Ahsan/Hendra Singkirkan Wakil China di Semifinal, Indonesia Pastikan 1 Gelar di China Open 2019

Baca: Mobil Pemadam Kebakaran Terguling Sebelum Tiba di Lokasi Musibah di Aceh Tamiang

Baca: Kabupaten Aceh Jaya belum Terdampak Asap Kiriman Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

Penulis: Taufik Hidayat
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved