Kesaksian Warga Jambi saat Langit Memerah karena Kebakaran Hutan: Suasana Mencekam, Nafas Sesak

Suasana gelap meski waktu masih menunjukkan pukul 12.00 WIB siang di Desa Puding dan Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Kesaksian Warga Jambi saat Langit Memerah karena Kebakaran Hutan: Suasana Mencekam, Nafas Sesak
(Facebook: Qha Caslley)
Kondisi Muaro Jambi berwarna merah pada siang hari. 

Kesaksian Warga Jambi saat Langit Memerah karena Kebakaran Hutan: Suasana Mencekam, Nafas Sesak

SERAMBINEWS.COM - Kesaksian warga saat langit Jambi memerah karena kebakaran hutan dan lahan / karhutla, suasana mencekam, nafas sesak.

Pada hari Sabtu (21/9/2019) kemarin, langit Jambi memerah karena karhutla.

Bahkan, suasana tampak mencekam saat langit Jambi memerah.

Suasana gelap meski waktu masih menunjukkan pukul 12.00 WIB siang di Desa Puding dan Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Tak hanya suasana mencekam, namun warga juga terpaksa menyalakan lampu di siang hari dan menyalakan kipas angin agar mengusir asap yang menyesakkan dada.

Baca: Korba GB: Jangan Hanya Siswa, Satpol PP dan WH Juga Wajib Tangkap Guru dan PNS Bolos

Baca: Lansia Jatuh ke Sungai di Pidie, Terseret Arus Hingga 100 Meter, Bertahan di Batang Bambu

Baca: Iwan DP, Putra Nagan Raya Menerima Gelar Datok Seri dari Pemangku Adat Asia di Singapura

Saat itu, kabut asap memang dirasakan warga sangat pekat dan menghalangi cahaya matahari. Suasana di desa tersebut tiba-tiba seperti malam hari.

Sementara itu, warga lainnya bernama Eko, menceritakan, angin kencang sempat membuat suasana desanya yang terselimuti kabut asap pekat semakin mencekam.

"Tiupan angin memang kencang disertai suara gemuruh api yang membakar lahan yang berjarak dua kilometer lagi dari permukiman warga setempat," kata Eko

Eko membenarkan, kawasan lahan perusahaan di dekat desanya terbakar.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved