Pengering Kopi
Prodi Tehnik Pertanian Unsyiah Perkenalkan Teknologi Pengeringan Kopi
Teknologi alat pengering kopi tersebut, merupakan hasil karya sejumlah dosen Prodi Tehnik Pertanian, Fakultas Pertanian, Unsyiah.
Penulis: Mahyadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Mahyadi | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Program Studi Tehnik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) memperkenalkan (desiminasi) teknologi pengering kopi kepada para petani kopi di Kampung Mahbengi, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (24/9/2019).
Diseminasi produk teknologi pengeringan kopi tipe hohenheim tersebut, bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada para petani kopi dalam proses pengeringan biji kopi arabika.
Teknologi alat pengering kopi tersebut, merupakan hasil karya sejumlah dosen Prodi Tehnik Pertanian, Fakultas Pertanian, Unsyiah.
Salah seorang penggagas alat pengering terowongan hohenheim untuk kopi, Dr Rita Khatir STP M Sc kepada Serambinews.com, Selasa (24/9/2019) menyebutkan, untuk membuat alat pengering, terlebih dulu dilakukan peneletian sejak tahu 2015.
“Selain alat pengering kopi, kami juga membuat alat pengering plik u, cabai merah, jahe, pinang, buah pala dan kunyit,” kata Rita Khatir.
Baca: Udara di Kota Subulussalam Tidak Sehat, Polsek Penanggalan Gandeng IDI Bagikan Masker
Baca: Wakajati Aceh Lepas Jenazah Kajari Aceh Barat, Diwarnai Isak Tangis
Baca: Ini 13 Tuntutan Seribuan Mahasiswa Saat Demo DPRK Lhokseumawe
Menurutnya, penggunaan alat pengering terowongan hoheinhem, juga bisa digunakan untuk alat pengering kopi, sehingga diperkenalkan kepada masyarakat petani kopi.
“Alat ini, mandiri energi. Dengan kata lain, hanya memanfaatkan energi matahari. Namun, berbeda cara kerjanya dengan pengeringan konvesional,” tuturnya.
Bedanya, lanjut Rita Khatir, pengering terowongan hoheinhem utuk kopi dirancang sedemikian rupa, namun dengan perangkat sederhana tetapi sangat efektif mengeringkan biji kopi serta menciptakan komoditi yang sehat.
“Kopi yang dijemur, juga terlindungi dari debu, gangguan ternak, bahkan dari hujan,” jelas Rita Khatir.
Di sisi lain, penggunaan alat tersebut, membuat proses pengeringan biji kopi bisa lebih cepat karena suhu di dalam terowongan hoheinhem lebih panas sekitar 10 derajat, dibandingan dengan suhu diluar.
“Manfaat lain, mengurangi risiko hilang pada proses penjemuran karena terlindungi. Dan kopi juga tidak gampar diserang jamur karena proses keringnya yang sempurna,” ujarnya.
Ketua Prodi Tehnik Pertanian Unsyiah, Dr Ichwana ST MP menyebutkan, pihaknya merasa bangga dengan hasil karya dosen dan mahasiswa yang telah mewujudkan suatu kreativitas dalam bentuk inovasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Inovasi yang dilahirkan ini, akan memudahkan masyarakat, khususnya bagi petani kopi di Aceh Tengah,” katanya.
Hadirnya, teknologi pengering kopi yang diciptakan oleh Prodi Tehnik Pertanian, Fakultas Pertanian Unsyiah, mendapat respon positif dari masyarakat Kampung Desa Mahbengi, Kecamatan Bebesen.
Pasalnya, alat tersebut, akan memudahkan petani kopi menjemur hasil komoditinya. Bahkan, pihak Unsyiah langsung menghibahkan dua unit alat pengering kopi kepada petani di desa itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kopi-4.jpg)