Berita Aceh Utara
Terkait Sumur Bor yang Menyemburkan Lumpur Bercampur Gas, Ini Harapan Warga Lhoksukon
Karena sudah berlangsung lama tak ada irigasi, warga kemudian mengajukan permohonan kepada Pemkab Aceh Utara agar dibangun sumur bor tersebut.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Karena sudah berlangsung lama tak ada irigasi, warga kemudian mengajukan permohonan kepada Pemkab Aceh Utara agar dibangun sumur bor tersebut.
Laporan Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Pengeboran Sumur bor di Desa Meunasah Geulinggang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara yang dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara untuk mengaliri air ke areal sawah di desa tersebut.
Sebab, warga di kawasan itu sudah lama sekali menggarap sawah dengan tadah hujan.
Namun, ternyata 15 hari setelah dilakukan pengeboran atau persisnya pada Senin (23/9/2019) sekira pukul 10.00 WIB, warga di kawasan itu dikejutkan dengan suara gemuruh dari dalam lubang sumur bor tersebut.
Baca: Bentrokan Mahasiswa dan Aparat Keamanan di Palopo, 1 Orang Kena Peluru, Ini Fasilitas yang Rusak
Belakangan diketahui, suara gemuruh tersebut berasal dari semburan lumpur bercampur gas dari sumur bor tersebut.
Sehingga, kini warga tak berani lagi mendekat ke lokasi sumur bor tersebut, meskipun tidak lagi menyemburkan lumpur bercampur gas.
Harapan warga untuk mendapatkan air dari sumur tersebut pun guna dialirkan ke areal sawah, kini kandas.
“Seingat saya, warga di kawasan kami menggarap sawahnya dengan tadah hujan,” ujar Keuchik Geulinggang Tgk Hasballah kepada Serambinews.com, Rabu (25/9/2019).
Baca: Video Viral Tiga Tindakan Represif Polisi pada Mahasiswa, Aksi di Medan hingga Makassar
Karena sudah berlangsung lama tak ada irigasi, warga kemudian mengajukan permohonan kepada Pemkab Aceh Utara agar dibangun sumur bor tersebut.
Disebutkan, rencananya, sumur bor tersebut akan dimanfaatkan untuk mengalirkan air ke areal sawah yang diperkirakan lebih dari 10 hektare.
“Memang mayoritas warga di kawasan kami bertani, tapi ya seperti itu mereka bertani. Turun ke sawah ketika ada air atau musim hujan,” ujar Keuchik Geulinggang. (*)
Baca: Tak Terima Dirazia, IRT Berpakaian Ketat dan tak Berjilbab Caci Petugas WH Langsa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/semburan-gas-di-aceh-utara.jpg)