Kamis, 30 April 2026

Diserang Hama

Ditanam Lebih Cepat, 100 Ha Tanaman Padi di Blang Dalam Abdya Terancam Gagal Panen, Ini Sebabnya

Tanaman padi milik ratusan petani saat ini dalam kondisi bunting dan keluar malai menjadi sasaran serangan hama burung pipit dan tikus.

Tayang:
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Petani sedang menghalau burung pipit yang menyerang tanaman padi sedang keluar malai di areal sawah Desa Blang Dalam, Susoh, Abdya, Minggu (29/9/2019). 

Laporan Zainun Yusuf I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2019 seluas 100 hektare (ha) dikembangkan petani dari empat kelompok di Desa Blang Dalam, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terancam gagal panen.

Tanaman padi milik ratusan petani saat ini dalam kondisi bunting dan keluar malai menjadi sasaran serangan hama burung pipit dan tikus.

“Di atas diserang burung dan di bawah diserang tikus. Jadi serangan atas bawah,” kata Ketua Kelompok Tani Sehati, Mukhsin kepada Serambinews, Minggu (29/9/2019).

Tanaman padi tersebut menjadi sasaran serangan hama disebabkan jadwal tanam lebih cepat atau lebih cepat ditanam dibandingkan areal sawah lain sekitar.

Baca: 8 Fakta Dokter Soeko Tewas Dalam Kerusuhan di Wamena, Mengabdi di Papua dan Dekat dengan Masyarakat

Baca: Rumah Opick Terbakar, Bagaimana Nasib Rambut Nabi yang Diamanahkan Padanya?

Baca: Saqila, Gadis Lhokseumawe yang Jago Karate, Ini Kiprahnya Hingga Tingkat Nasional

Areal sawah seluas 100 ha di Desa Blang Dalam itu menjadi lokasi tanam perdana tanam serentak MT Gadu 2019 tingkat Kabupaten Abdya.

Ternyata, tidak serentak karena tidak diikuti petani lain di sekitar kawasan itu, termasuk kawasan lain di Kecamatan Susoh dan Blangpidie.

Sehingga padi yang awal ditanam menjadi sasaran serangan hama tikus dan burung pipit seperti dialami ratusan petani Desa Blang Dalam yang dijadikan lokasi pencanangan tanam serentak MT Gadu 2019.

Areal tanaman padi yang menjadi serangan hama tersebut merupakan milik ratusan anggota Kelompok Tani (KT) Sabee Pakat, Suka Maju, Sehati dan Tani Makmur.

Tanam perdana MT Gadu 2019 Tingkat Kabupaten Abdya yang dipusatkan di Desa Blang Dalam, Susoh, dilaksanakan tanggal 14 Juli 2019 atau saat ini sudah berumur 2 bulan lebih atau sedang keluar malai.

Tanam perdana saat itu dilakukan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Wakil Bupati, Muslizar MT, Kadis Pertanian dan Perkebunan, A Hanan Manan dan sejumlah pejabat lainnya.

“Saat tanam perdana, pertengahan Juli lalu, areal sawah lain sekitar ini belum selesai olah tanah. Saat ini, padi sudah bunting dan keluar malai, sementara tanaman padi lain baru berumur antara 15 sampai 20 hari,” ungkap Mukhsin.

Karena kegiatan tanam tidak serentak, maka tanamam padi yang ditanam lebih awal menjadi sasaran serangan hama, terutama tikus dan burung pipit yang datang dari lain tempat.

Petani pun harus kerja keras dari pagi sampai sore menghalau burung pipit dalam jumlah besar untuk menghisap sari pati dari malai padi yang baru keluar. Saat bersamaan, hama tikus menyerang tanaman padi yang sebagian besar sedang bunting.

Dampak dari peristiwa ini, areal tanaman padi MT Gadu seluas 100 ha itu terancam gagal panen. Malahan, menurut Mukhsin, ada salah seorang patani sudah ‘menyerah’ atau tidak mampu lagi menghalau burung pipit, kemudian tanaman padi yang sedang keluar malai itu ditinggalkan begitu saja.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved