Diserang Hama
Ditanam Lebih Cepat, 100 Ha Tanaman Padi di Blang Dalam Abdya Terancam Gagal Panen, Ini Sebabnya
Tanaman padi milik ratusan petani saat ini dalam kondisi bunting dan keluar malai menjadi sasaran serangan hama burung pipit dan tikus.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Ansari Hasyim
Ada juga tanaman padi milik bebera anggota kelompok tani hanya tersisa di sekeliling pematang sawah, sedangkan tanaman padi di bagian tengah dalam petak sawah tertentu sudah berubah menjadi kuning setelah diserang hama tikus.
Beberapa petani lain mengaku sengat kecewa lantaran jadwal tanam MT Gadu 2019 ternyata tidak serentak. Sehingga padi yang lebih cepat ditanam menjadi sasaran hama.
“Kalau bengini, ke depan tak mau lagi menjadi lokasi tanam perdana tanam serentak yang ternyata tak serentak,” kata salah seorang petani.
Dibantu obat
Para petani menjelaskan areal yang diserang hama itu mendapat perhatian besar dari Koordinator Pengamat Hama Penyakit (PHP) pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya.
“Petugas PHP sering datang kemari, memberikan obat pembasmi hama, tapi hama tikus sangat sulit dikendalikan karena serangan terus meluas,” kata Mukhsin.
Sedangkan pengendalian hama burung pipit, petani melakukan cara-cara tradisonal, seperti membentangkan tali di atas areal permukaan tanaman padi yang sedang keluar malai, dan harus dijaga secara bergantian anggota keluarga dari pagi sampai menjelang malam.
Burung pipit datang secara berkelompok dalam jumlah besar, ketika dihalau hanya sebagian yang terbang untuk pindah ke lokasi lain. Sebagian lainnya bersembungi dalam tanamam padi, kemudian menghisap sari malai padi sehingga malai padi berubah menjadi putih karena berisi lagi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pipit-3.jpg)