Ninoy Karundeng Relawan Jokowi Diculik dan Dikeroyok, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku
Penangkapan terhadap kedua terduga pelaku setelah korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polda Metro Jaya pada Selasa (1/10/2019) kemarin.
"Selesai saja belum (keduanya) diperiksa. Jadi bertahap. Diperiksa dulu, nanti selesai baru kita baca seperti apa juga motifnya," paparnya.
Sementara itu, Relawan Jokowi yang tergabung dalam Komite Penggerak Nawacita (KPN) mengecam tindakan penculikan aktivis media sosial, Ninoy Karundeng.
Juru bicara KPN Dedy Mawardi mengatakan, penculikan Ninoy yang juga salah satu relawan Jokowi merupakan preseden buruk bagi keberlangsungan demokrasi dan penegakan hukum.
Menurutnya, Ninoy dikenal luas sebagai penulis yang berani membela Jokowi dari serangan pihak lawan dan ia harus menerima nasib diculik dan dianiaya oleh sekelompok orang.
"Seharusnya perbedaan pendapat direspons dengan cara-cara yang beradab, bukan cara barbar, diculik dan dianiya," kata Dedy melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (3/10/2019).
Dedy mengatakan, penculikan adalah tindakan penghilangan orang secara paksa jika dilakukan secara sistematis dan itu merupakan tindak pidana kejahatan kemanusiaan berat.
Oleh karena itu, kata Dedy, KPN mengecam tindakan penculikan dan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng.
Ia menilai, penculikan, penyekapan dan penganiayaan bukan saja tindakan perampasan dan kemerdekaan seseorang, akan tetapi merupakan kategori tindakan pidana HAM berat.
"Kami meminta Kapolri untuk melakukan penyidikan dan penangkapan terhadap para pelaku penculikan Ninoy Karundeng, korban kejahatan kemanusian (HAM) berat," tandasnya.
Diberitakan Kompas.com, pelaku pengeroyokan Ninoy Karundeng ditangkap aparat Polda Metro Jaya, Senin (30/9/2019).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pelaku masing-masing berinisial RF dan S.
Mereka ditangkap berdasarkan laporan korban pada Selasa (1/10/2019).
Sebelumnya penculikan dan penganiayaan tersebut terjadi saat Ninoy sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin lalu.
Saat itu Ninoy bermaksud ingin mengambil gambar salah satu massa yang digotong oleh para pelaku karena terkena gas air mata saat kericuhan pasca unjuk rasa.
Namun, saat itu Ninoy justru dihampiri oleh sekelompok orang tersebut yang menaruh kecurigaan terhadapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penampakan-wajah-ninoy-karundeng.jpg)