BI: Penerapan  Qanun LKS Dapat Meningkatkan Perekonomian Aceh  

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan, penerapan qanun Lembaga Keuangan Syariah

BI: Penerapan  Qanun LKS Dapat Meningkatkan Perekonomian Aceh   
For Serambinews.com
Kepala BI Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis 

BANDA ACEH - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan, penerapan qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Aceh yang selama ini fundamental ekonominya lemah dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang cukup tinggi menjadi lebih baik.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam seminar Logika Eksyar dengan tema "Dialog Publik Ekonomi dan Keuangan Syariah", di Auditorium Teuku Umar Kantor BI setempat, Rabu (2/10).

Dikatakan, persoalan pengangguran dan kemiskinan dimaksud diharapkan dapat diminimalisir dengan adanya pengelolaan potensi sumber daya alam yang melimpah didukung pembiayaan dengan syariah terutama melalui skema musyarakah dan mudharabah. "Menyikapi penerapan qanun LKS, pada dasarnya Bank Indonesia melihat perbankan secara umum telah mempersiapkan proses konversi dengan baik. Bahkan beberapa bank pada tahun ini telah membuka cabang syariah baru dan mengkonversi bank dari konvensional ke syariah,' sebutnya.

Zainal menambahkan, sampai dengan berakhirnya masa transisi qanun LKS pada Desember 2021, diharapkan semua bank telah memenuhi qanun LKS. Hal ini menjadikan Aceh sebagai provinsi dengan tingkat inklusi keuangan syariah tertinggi di Indonesia.

Namun demikian, katanya, lembaga keuangan syariah terutama perbankan, perlu untuk mempersiapkan layanan dan produk dengan sebaik-baiknya sehingga reputasi perbankan syariah semakin positif di mata masyarakat. Pada 2019-2021, BI dan Pemerintah Aceh akan melakukan penguatan program melalui pilar-pilar pengembangan keuangan syariah nasional. Antaranya, peningkatan usaha syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, peningkatan literasi dan akses keuangan syariah.

Pada kesempatan itu hadir juga Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman yang menyampaikan konversi bank aceh tidak menyebabkan  adanya perpindahan atau penutupan rekening nasabah. Saat masa penjajakan, tidak ada penolakan dari nasabah non muslim, termasuk di beberapa daerah Aceh yang terdapat masyarakat non muslim.

Terkait dengan produk dan layanan perbankan syariah, kata Haizir, terutama dari aspek pembiayaan, produk di perbankan syariah seringkali tampak lebih mahal di awal. "Namun yang harus dipahami adalah margin bank tidak akan mengalami perubahan, sehingga total nilai pembiayaan nasabah bersifat tetap selama masa angsuran," sebutnya.

Dialog yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah ini dilaksanakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan KNKS bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Aceh. Hadir juga narasumber lainnya Kepala Kanwil BRI Banda Aceh, Handaru Sakti dan Pimpinan Pegadaian Syariah Banda Aceh, Ferry Hariawan.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved