Berita Banda Aceh
Nanti Malam, Teater WN dari Yogyakarta Pentaskan "Potret Pelangi Cinta" di Taman Budaya Aceh
Teater WN konsisten mengangkat kisah–kisah perempuan dari hal–hal yang sepele hingga hal–hal yang serius.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mursal Ismail
Teater WN konsisten mengangkat kisah–kisah perempuan dari hal–hal yang sepele hingga hal–hal yang serius.
Nanti Malam, Teater WN dari Yogyakarta Pentaskan "Potret Pelangi Cinta" di Taman Budaya Aceh
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Teater WN singkatan dari "Wanita Ngunandhika" yang berarti wanita berbicara dari Yogyakarta, pentaskan drama " Potret Pelangi Cinta" di Taman Seni Budaya, Banda Aceh, Jumat (4/10/2019) malam pukul 20.00 WIB.
Teater WN berdiri pada Oktober 2012. Teater WN konsisten mengangkat kisah–kisah perempuan dari hal–hal yang sepele hingga hal–hal yang serius.
Teater WN yang digawangi Yeni Eshape sebagai ketua, diperkuat para sahabatnya Sita, Nuri, Rina, Arofah, Tari, Ari, Labibah, dan Fitri.
Selain mengangkat tema-tema wanita, pelakon Teater WN juga didominasi wanita.
“Potret Pelangi Cinta” diangkat sebagai tema produksi terbaru.
Setelah produksi sebelumnya “Kolase dan 7 Jendela Kaca” berulang kali dipentaskan di berbagai kota, baik di kota asal Yogyakarta atau di beberapa kota lainnya, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Baca: Ceramah Ustaz Abdul Somad: Kenapa Bapak Bodoh Bisa Jadi Pimpinan Sidang? UAS: Mungkin Serangan Fajar
Baca: Oknum Penegak Hukum Bisa Dinego, Faktor Bandar Narkoba tidak Pernah Jera
Baca: Ibu Kandung Ketua DPRK Aceh Tenggara Deny Febrian Roza, Rosmaniar Meninggal
Dalam tema pementasan kali ini, ‘cinta’ digambarkan sebagai hal yang penuh warna seperti pelangi.
Warna-warna tersebut menunjukkan berbagai macam gambaran emosi manusia, seperti perasaan cerah, lembut, gagah, angkuh, terang, sendu, bahkan kelam.
Ketua Studi Klub Pekerja Teater Aceh (Sparta), Fozan Santa, menyambut baik kehadiran Teater WN Yogyakarta di Banda Aceh.
"Kita bisa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, sekaligus memperkuat kesenian di dua daerah istimewa, Aceh dan Yogyakarta.
"Kita nikmati pertunjukan mereka," kata Fozan Santa yang juga seorang sineas Aceh. (*)