Aceh Hebat

Minta SKPA Dukung Program Reintegrasi TNA, Ini Alasan Plt Gubernur Aceh

"Untuk menjalankan program tersebut, BRA harus membangun koordinasi dengan lembaga terkait di tingkat Aceh dan pusat", imbuh Plt Gubernur Aceh.

Minta SKPA  Dukung Program Reintegrasi TNA, Ini Alasan Plt Gubernur Aceh
For Serambinews.com
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Kamaruddin Andalah MSi atas nama Plt Gubernur Aceh, membuka Rapat Koordinasi Badan Reintegrasi Aceh (Rakor BRA) di Ruang Pidie, Hotel Kyriad Aceh, Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (7/10/2019) malam. 

"Untuk menjalankan program tersebut, BRA harus membangun koordinasi dengan lembaga terkait di tingkat Aceh dan pusat," imbuh Plt Gubernur Aceh.

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT kembali mengingatkan tentang dua tugas penting Badan Reintegrasi Aceh (BRA) terkait perdamaian yang usianya sudah mencapai 14 tahun.

Tugas pertama adalah melanjutkan proses reintegrasi dengan mengembalikan mantan Tentara Nasional Aceh (TNA) dan tahanan dan narapidana politik (tapol/napol) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke masyarakat melalui perbaikan ekonomi, sosial, penyediaan lahan pertanian, dan lapangan pekerjaan.

Baca: Sebagian Aceh Diprediksi Diguyur Hujan Hingga 11 Oktober 2019, Ini Data Dari BMKG

Mandat kedua adalah mengawasi dan melaksanakan program perdamaian Aceh meliputi pencegahan konflik, pengarusutamaan perdamaian, serta menyusun roadmap (peta jalan) pembangunan perdamaian di Aceh.

Baca: BREAKING NEWS - IRT asal Nibong Tewas Disambat Petir, Begini Kronologis Kejadian

Hal itu disampaikan Plt Gubernur Aceh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Kamaruddin Andalah MSi, saat membuka Rapat Koordinasi Badan Reintegrasi Aceh (Rakor BRA) di Ruang Pidie, Hotel Kyriad Aceh, Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (7/10/2019) malam.

Baca: Tahun 2020 Warga Gampong Blang Matangkuli Berlakukan Santunan Kematian, Ini Jumlah dan Syaratnya

"Untuk menjalankan program tersebut, BRA harus membangun koordinasi dengan lembaga terkait di tingkat Aceh dan pusat," imbuh Plt Gubernur Aceh.

Ia tekankan bahwa untuk memperkuat BRA dalam menjalankan tugasnya, maka perlu ada evaluasi melalui forum ilmiah untuk mendapatkan masukan yang lebih komprehensif.

"Melalui forum ilmiah yang diinisiasi BRA kita bisa bersama-bersama membicarakan pencapaian maupun kendala program perdamaian sekaligus untuk melihat proses-proses yang membutuhkan perhatian bersama. Bagaimana pun, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, termasuk masukan dari juru runding Aceh," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Plt Gubernur Aceh juga mengapresiasi antusiasme para bupati/wali kota di Aceh terkait pengadaan lahan pertanian bagi mantan kombatan, tapol/napol, dan masyarakat korban konflik.

"Kita beri apresiasi khusus kepada Bupati Pidie Jaya yang sudah merealisasikan lahan untuk kombatan dalam rangka perbaikan ekonomi," kata Nova Iriansyah.

Menurut Nova, Pemerintah Aceh akan mendukung perjuangan BRA dalam menjalankan langkah-langkah penyelesaian reintegrasi dan diharapkan sisa-sisa persoalan dapat diselesaikan bersama-sama dengan cara bijak.

"Kita harapkan pada rakor yang digelar bisa dihadiri SKPA terkait, minimal sekretaris SKPA agar tidak ada lagi hambatan BRA dalam melaksanakan program reintegrasi ke depan," imbuh Nova Iriansyah sebagaimana dikutip Kamaruddin Andalah.

Saat pembukaan Rakor BRA tadi malam hadir Ketua BRA, Muhammad Yunus, Kepala Sektretariat BRA, Dr Syukri bin M Yusuf MA, perwakilan Kesbangpol Aceh, perwakilan Kepala Balai Latihan Kerja Banda Aceh, perwakilan Wali Nanggroe, para penghubung, serta para ketua satuan pelaksana (Satpel) BRA dari seluruh Aceh.

Hari ini, Selasa (8/10/2019) rakor berlangsung sehari penuh di hotel yang sama dengan menghadirkan tiga narasumber: Asisten I Sekda Aceh, Dr Muhammad Jafar MHum, Ketua Umum Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf yang  diwakili oleh Azhari Cagee, dan Bupati Pidie Jaya, Teungku Aiyub Abbas. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved