Sabtu, 9 Mei 2026

Sosok

Mengenal Bos Samsung Kang Hyun Lee, Belajar Islam dari Teman Asal Aceh hingga Dipanggil 'Pak Haji'

Lee mengenal Islam dari salah satu temannya asal Aceh. Di rumah temannya itu, ia melihat ayah temannya mengajarkan agama Islam ke anak-anak.

Tayang:
SAMSUNG INDONESIA/KOMPAS.COM
Kang-Hyun LEE, Vice President, Samsung Electronics Indonesia 

Tugasnya adalah bertanggung jawab atas hubungan sosial perusahaan dan hubungan dengan pemerintah.

Lee lah yang pertama kali berjasa memperkenalkan ponsel genggam asal Korea Selatan di Indonesia yang ketika itu masih dikuasai merek legendaris asal Finlandia, Nokia.

Sejarah awal Samsung di Indonesia berasal dari tangan Lee.

"Mungkin sampai pohon-pohon di pabrik itu kenal saya kali ya," candanya.

Sepanjang wawancara, Lee merupakan pribadi yang cair dan kerap melontarkan lelucon jenaka.

Kendati demkian, begitu menyangkut industri elektronik, ia dikenal sosok yang vokal dan kerap mengkritisi pemerintah.

Kritik ponsel BM sejak lima tahun lalu

Salah satu hal yang ia kritik adalah peredaran ponsel black market alias ponsel BM yang saat ini regulasinya masih mandek di tangan pemerintah.

Ia mengaku telah mengusulkan pemberantasan ponsel BM sejak lima tahun lalu.

"Pertama kali yang bicara dengan pemerintah adalah saya waktu itu, tapi sampai sekarang belum dilaksanakan," kata Lee.

 Aturan ini ia usulkan kepada Rahmat Gobel yang kala itu menjabat sebagai Menteri Perdagangan.

Tidak hanya ponsel, barang elektronik lain juga banyak yang ilegal.

Sampai hari ini, Peraturan Menteri soal pemblokiran ponsel BM via nomor IMEI masih belum disahkan.

"Saya setiap hari masih kejar itu, tapi belum jelas. Katanya operator setuju tapi sekarang balik lagi, saya kurang tahu-lah alasannya ditunda kenapa," ujarnya.

Namun Lee tetap mengapresiasi, karena selama bertahun-tahun, baru di tahun ini pembahasan soal blokir ponsel BM dimatangkan.

Di Indonesia, Lee juga tergabung dalam asosiasi Indonesia Electronics Association (GABEL – Gabungan Elektronik Indonesia).

Ia juga menjadi petinggi Asosiasi Pengusaha Seluler Indonesia (APSI).

Puluhan tahun melanglang buana di industri smartphone di Indonesia, Lee memiliki kesannya tersendiri.

Ia yakin bahwa Indonesia adalah negara yang potensial.

"Tapi saya khawatir ini hanya potensial saja," jelasnya.

Ia sadar, geografis yang luas, banyaknya etnis dan perilaku masyarakat yang beragam menjadi keunggulan sekaligus tantangan bagi Indonesia.

Kendati demikian, Lee yang sering aktif menjadi pembicara isu ekonomi di dalam negeri dan internasional mengatakan Indonesia merupakan negara yang aman bagi investor. Sebab, ekonominya cukup stabil dibanding beberapa negara Asia lainnya.

Dengan sedikit catatan, investasi di Indonesia hanya akan bisa berhasil apabila berjalan dalam jangka panjang.

"Kalau mau investasi di Indonesia seharusnya jangan buru-buru, bukan setahun dua tahun dapat hasil," jelasnya.

Menurut Lee, rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan bisa menjadi salah satu cara menarik untuk mendatangkan lebih banyak investor.

Lee juga mengkritisi bagaimana regulasi smartphone diberlakukan.

Menurut dua, aturan seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus dijalankan lebih serius jika tidak ingin investor kabur.

"TKDN kalau memang ada, kebijakan itu bukan pura-pura saja. Seharusnya memang tingkat (kandungan lokalnya) pun dinaikkan. Jadi benar-benar mereka investasi di Indonesia bukan hanya rakitan saja," katanya.

Dalam kesempatan khusus itu, Lee juga membeberkan rencannya tentang proyek 5G di Indonesia.

Samsung tidak hanya akan mengincar handset yang memang telah tersedia di beberapa negara yang telah menggulirkan 5G.

 "Samsung punya kemampuan peralatan untuk jaringan 5G," ujar Lee.

Samsung sendiri tengah berdiskusi dengan beberapa pihak untuk membahas peralatan jaringan 5G.

Lee berharap pemerintah segera membuat kebijakan terkait bergulirnya 5G di Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Kang-Hyun Lee, Sosok "Pak Haji" Pelopor Samsung di Indonesia"

Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved