Aceh Hebat

Pemerintah Aceh dan Ulama Sepakat Jaga Kekhususan Aceh

Bentuk apresiasi tersebut tertuang dalam komitmen seluruh perbankan nasional, yang akan beralih ke sistem syariah pada Januari 2022 mendatang

Pemerintah Aceh dan Ulama Sepakat Jaga Kekhususan Aceh
For Serambinews.com
Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT bersilaturrahmi dengan Ulama dan MPU Aceh di Meuligoe Gubernur 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH, – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersepakat dengan para ulama dayah Aceh untuk terus menjaga kekhususan Aceh, terutama di bidang Pelaksanaan syariat Islam.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Gubernur di hadapan para peserta Sidang Paripurna Ulama yang diselenggarakan oleh MPU Aceh, saat bersilaturrahmi ke Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (9/10/2019).

“Pemerintah Aceh bersama ulama Aceh menolak segala bentuk pelemahan terhadap kekhususan Aceh. Saya perlu tegaskan, bahwa tidak ada khilafiah lagi dengan kekhususan Aceh terutama dalam hal pelaksanaan syariat Islam secara kafah di Bumi Serambi Mekah,” tegas Nova.

Oleh karena itu, Nova mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersama dan dengan penuh kebanggaan menyampaikan kepada masyarakat di luar Aceh terkait dengan status kekhususan Bumi Serambi Mekah.

Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT bersilaturrahmi dengan Ulama dan MPU Aceh di Meuligoe Gubernur
Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT bersilaturrahmi dengan Ulama dan MPU Aceh di Meuligoe Gubernur (For Serambinews.com)

“Bukan hanya di Indonesia, bahkan Gubernur Adelaide mengapresiasi pelaksanaan syariat Islam, yaitu terkait dengan pelaksanaan hukum cambuk di Aceh. Justru menjadi janggal, jika ada masyarakat Aceh yang mencoba melemahkan pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” sambung Nova.

Nova menegaskan, bahwa sikap Pemerintah Aceh selaku Kepala Forkopimda sudah tegas, yaitu menolak segala bentuk pelemahan terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. “Saya juga selalu mengajak pemuda dan para mahasiswa Aceh untuk merasa bangga dengan pelaksanaan syariat Islam di Aceh. ”jelasnya.

Plt Gubernur mengimbau semua pihak untuk memahami betul kekhususan Aceh, terutama yang berkaitan dengan agama, karena kekhususan ini telah diatur dalam Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2014, tentang Pokok-pokok syariat Islam, yang menegaskan bahwa di wilayah Aceh berlaku syariat Islam dengan itikad ahlussunnah wal jamaah, bermazhab Syafii, serta tetap menghormati mazhabmazhab muktabarah lainnya.

Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT bersilaturrahmi dengan Ulama dan MPU Aceh di Meuligoe Gubernur
Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT bersilaturrahmi dengan Ulama dan MPU Aceh di Meuligoe Gubernur (For Serambinews.com)

“Kita sudah bersepakat untuk menjalankan syariat Islam secara kaffah, dengan berlandaskan ahlussunnah wal jama’ah dan bermazhab Syafi’i dan tetap menghormati mazhab lain. Oleh karena itu, kehadiran ajaran yang tidak sesuai dengan mazhab Syafi’i sebagai arus utama di Aceh adalah bentuk pertentangan,” ujar Nova tegas.

Terkait pelaksanaan syariat Islam, Nova mencontohkan bentuk apresiasi dan dukungan lembaga keuangan dan perbankan nasional yang beroperasi di Aceh, dengan berkomitmen beroperasi secara syariah. “Perbankan memiliki peraturan ketat, namun mereka sangat mengapresiasi kekhususan Aceh.

Baca: Nova Merangkul DPRA, Awal Yang Menjanjikan   

Baca: Aceh Kini Miliki 30 Wasit dan Juri Pencak Silat Tambahan

Bentuk apresiasi tersebut tertuang dalam komitmen seluruh perbankan nasional, yang akan beralih ke sistem syariah pada Januari 2022 mendatang,” imbuh Nova.

Forkopimda saweu Ulama Dalam pertemuan tersebut Nova menginstruksikan Usamah El-Madny, selaku Kadis Pendidikan Dayah Aceh, agar di tahun 2020 menjadwalkan pertemuan rutin antara Forkopimda Aceh dengan ulama, minimal 3 bulan sekali.

“Kita buat pertemuan rutin, Forkopimda Saweu Ulama. Kita coba dulu 3 bulan sekali, namun jika nantinya ada permasalahan yang sangat mendesak maka pertemuan dapat dilakukan segera atau dipercepat. Pertemuan seperti ini sangat penting bagi saya, karena para ulama merupakan benteng umat. Pandangan dan sumbang saran dari para ulama tentu sangat saya butuhkan,” sambung Nova.

Baca: Kerajaan Jeumpa, Fakta atau Fiktif?

Baca: Konsep Rapuh Perlindungan Korban  

Pertemuan dihadiri oleh Abu Daud Zamzami Wakil Ketua MPU Aceh, Waled Nu Samalanga, Abu Sibreh, Abu Yazid Abdya, Waled Tangse, Waled Bakongan, Abu Takengon, Aba Nisam, Abu Bukhari Aceh Tenggara, dan sejumlah ulama Aceh lainnya.

Dari unsur Pemerintah Aceh, turut hadir Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan, SDM dan Kerjasama Darmansyah, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr Emka, Kepala Biro Hukum Amrizal J Prang, Kepala Biro Humpro Muhammad Iswanto dan Kepala Biro Umum Setda Aceh, Akmil. (dan)

Penulis: Subur Dani
Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved