Bunuh Diri

Remaja Korban Bullying Lebih Berisiko Bunuh Diri

Direktur LKMI Cabang Lhokseumawe, Intan Fauziana dalam kesempatan itu menyarankan pemberian pelayanan kesehatan agar lebih ditingkatkkan lagi terutama

Remaja Korban Bullying Lebih Berisiko Bunuh Diri
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS.COM
Mahasiswa STIKes Bumi Persada Lhokseumawe foto bersama dengan pemateri. 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Kelompok produktif usia 15-29 tahun merupakan kelompok dengan prevalensi bunuh diri tertinggi, terutama remaja. Apalagi remaja yang mengalami bullying lebih berisiko bunuh diri.

Hal itu disamapaikan Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKes Bumi Persada Lhokseumawe Ns Fauzan Saputra SKep MNS, saat menyampaikan materi dalam seminar kesehatan “Pelayanan kesehatan dan pencegahan suicide (bunuh diri) bagi remaja”, Sabtu (12/10/2019).

Kegiatan tersebut diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan(STIKes) Bumi Persada Lhokseumawe bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Cabang Lhokseumawe. Acara dihadiri 80 peserta yang berasal dari sekolah, institusi, undangan instansi bidang kesehatan.

“Resiko bunuh diri sebenarnya dapat diatasi dengan mudah yaitu jika ada masalah, carilah teman yang bisa diajak untuk bercerita dan jangan dipendam sendiri, karena emosi itu wajar,” ujar Fauzan.

Disebutkan, cara mengatasi masalah tersebut salah satunya adalah dengan mencari pertolongan atau membuka ruang diskusi apalagi ketika masalah tersebut dianggap sudah terlalu membebani dan tidak ketemu solusinya.

“Kegiatan ini harus terus digiatkan dengan berbagai tema, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Fauzan.

Komitmen PT Mifa Dalam Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal

Ini Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kian Berat

Warga Gampong Teungoh Langsa Mengeluh, Air PDAM Sudah Dua Hari Macet Total

Sedangkan Azhari T Ahmadi, ST SpdT, anggota DPRK Lhokseumawe yang menjadi dalam seminar tersebut mengajak mahasiswa dan pemuda agar peduli terhadap persoalan pelayanan kesehatan dan persoalan suicide yang sedang dihadapi.

“Persoalan suicide menjadi persoalan yang memprihatinkan,” ujar Azhari.

Karena banyak pemuda yang sibuk pada kegiatan yang kurang bermanfaat dan hanya merugikan waktu.

“Inilah yang menjadi perhatian kita bersama, karena untuk menyiapkan generasi muda ke depan agar bisa mengimbangi perkembangan dunia sehingga tidak terjerumus kedalam perbuatan yang dilarang agama,” kata Azhari.

Direktur LKMI Cabang Lhokseumawe, Intan Fauziana dalam kesempatan itu menyarankan pemberian pelayanan kesehatan agar lebih ditingkatkkan lagi terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Bagaimana etika berkomunikasi dengan baik, memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak memberatkan beban mereka dengan syarat dan ketentuan berlaku,” ujar Intan.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved