Breaking News:

Aceh Akan Ambil Alih Blok Migas Eks Exxon

Tanpa banyak yang tahu, Aceh saat ini sedang dihadapi pada sebuah persoalan besar terkait pengelolaan minyak dan gas bumi di Blok B Aceh Utara...

Aceh Akan Ambil Alih Blok Migas Eks Exxon
Tabloid Investasi
Sampul edisi perdana Tabloid Investasi yang menempatkan foto Plt Gubernur Aceh Aceh, Nova Iriansyah, memberikan cindera mata saat menerima audiensi pihak SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Premier Oil Indonesia di rumah dinasnya, Banda Aceh, Kamis (26/9/2019). Edisi perdana Tabloid Investasi milik DPMPTSP Aceh ini terbit, Selasa, 1 Oktober 2019.

* Jika ESDM tak Setujui Skema Kontrak yang Diajukan

Tanpa banyak yang tahu, Aceh saat ini sedang dihadapi pada sebuah persoalan besar terkait pengelolaan minyak dan gas bumi di Blok B Aceh Utara. Data diperoleh Serambi, Blok B mulai beroperasi sejak 1977 dengan puncak produksi mencapai 3.400 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari).

Blok B yang awalnya dikelola oleh Mobil Oil Indonesia inilah yang menorehkan catatan emas dalam sejarah kejayaan migas di Aceh. Kehadiran PT Arun dan beberapa industri ikutan lainnya, pernah membuat Kota Lhokseumawe dijuluki sebagai Kota Petro Dolar.

Kontrak kerja sama Mobil Oil (belakangan merger dengan Exxon) seharusnya berakhir pada 13 Oktober 2018. Tapi pada tahun 2015, pengelolaan blok B ini dialih kelolakan kepada PT Pertamina Hulu Energi. Persoalan terjadi, karena sejak kontrak dengan Mobil Oil berakhir tahun 2018, hingga kini belum ada perpanjangan kontrak defenitif. Pemerintah Aceh dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum mencapai kesepakatan terkait skema kontrak pengelolaan. Diperoleh informasi proses negosiasi berakhir buntu (deadlock).

Lantas apa yang sebenarnya terjadi dengan Blok B tersebut? Berapa cadangan migas yang tersisa? Dan di mana posisi Aceh? Untuk menelusuri ini, wartawan Serambi Indonesia, Yocerizal, mewawancarai sejumlah narasumber, di antaranya Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Plt Ketua Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA), Anggota DPR Aceh, serta pakar hukum dan praktisi migas. Rangkuman data dan wawancara diturunkan dalam laporan eksklusif mulai hari ini.

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh akan mengambil sikap tegas dengan tidak lagi memperpanjang kontrak kerja sama pengelolaan blok minyak dan gas (migas) di Aceh Utara, yakni Blok B. Blok tersebut awalnya dikelola oleh Mobil Oil (belakangan menjadi ExxonMobil) dengan masa kontrak hingga 3 Oktober 2018. Namun pada tahun 2015, pengelolaannya dialihkan ke PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Langkah itu diambil jika Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak setuju dengan skema kerja sama yang diajukan Pemerintah Aceh. Saat ini proses negosiasi berakhir buntu (deadlock) dan untuk menghindari kevakuman pengelolaan, Menteri ESDM atas persetujuan Plt Gubernur Aceh melakukan perpanjangan kontrak sementara untuk ketiga kalinya kepada PHE selama 45 hari, terhitung sejak 4 Oktober 2019.

“Kontrak sudah berakhir 3 Oktober 2019, dan 45 hari ke depan kita percayakan pengelolaan kepada PHE,” kata Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kepada Serambi belum lama ini.

Untuk diketahui, kontrak kerja sama pengelolaan blok migas dengan Mobil Oil sebelumnya menggunakan skema cost recovery, tetapi belakangan Kementerian ESDM menerbitkan Peraturan Menteri No. 08 tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Dengan terbitnya peraturan tersebut, maka semua kontrak kerja sama migas yang baru harus menggunakan skema gross split (atau bagi hasil kotor).

Dalam skema gross split, biaya operasional sepenuhnya ditanggung oleh pihak kontraktor. Mekanisme bagi hasilnya: untuk minyak, negara mendapat bagian 57 persen, kontraktor 43 persen. Sementara untuk gas, negara mendapat 52 persen, kontraktor 48 persen. Hal ini berbeda dengan skema cost recovery, dimana biaya operasi yang dikeluarkan oleh kontraktor untuk memproduksi migas harus mendapat penggantian dari negara.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved