Napi Meninggal

Warga Aceh yang Divonis Mati dalam Perkara Kepemilikan Narkoba Meninggal di LP Nusakambangan

Menurut Safaruddin, Azhari sebelumnya bekerja sebagai nelayan di Aceh Timur. Suatu waktu di tahun 2018, pria kelahiran 1991 itu terlibat dengan kelomp

Warga Aceh yang Divonis Mati dalam Perkara Kepemilikan Narkoba Meninggal di LP Nusakambangan
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS.COM
Foto kopi KTP Azhari 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang warga Aceh bernama Azhari berasal dari Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur dikabarkan meninggal dunia di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Azhari adalah terpidana mati kasus narkoba dari Aceh yang pada Mei 2019 dipindahkan ke LP Nusakambangan bersama 16 narapidana lainnya dari LP Kelas IIA Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar.

Kabar meninggalnya Azhari diketahui Serambinews.com dari Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH, Selasa (15/10/2019).

Menurut Safaruddin, Azhari menghembuskan nafas terakhir Senin (14/10/2019).

Tim Konsultan Ukur Rumah Warga Suak Puntong Nagan Raya, Minta Direlokasi karena Debu

Pijay Siapkan Mobil Dinas, Sudah Seusai dengan PP dan Permendagri

Alvin: Subuh, Ada Suara Pukulan Dinding Dua Kali, Kantor KNPI Aceh Tamiang Kemalingan

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Azhari, hanya disebut sakit namun menurut Safaruddin tidak jelas sakit apa.

"Kami penasihat hukumnya terkejut dengan kabar yang kami terima kemarin sore dari keluarga napi lainnya di Aceh Timur yang satu perkara dengan Azhari," kata Safaruddin.

Mendapat kabar itu, Safaruddin langsung menghubungi Dirjen Pemasyarakatan untuk memastikan informasi tersebut.

"Dirjen membenarkan berita tersebut dan menyampaikan bahwa jenazah sore kemarin masih di RS Cilacap. Setelah itu kami langsung menghubungi Lapas Batu di tempat Azhari di tahan, dan pihak lapas juga mengatakan hal yang sama dan sedang berkordinasi dengan Dinsos Aceh terhadap pemulangan jenazah tersebut dengan pesawat ke Banda Aceh," kata Safaruddin.

Sampai hari ini, lanjut Safaruddin, jenazah Azhari masih di RS Cilacap belum bisa dikirim ke Aceh karena terkendala dengan biaya transportasi petugas dua orang yang akan mengantar jenazah ke Banda Aceh.

"Sementara untuk biaya pemulangan jenazah sebesar Rp 32 juta sudah ditanggung oleh Dinsos Aceh itu info yang kami terima dari pak Irmas pejabat Lapas Batu Nusakambangan," katanya.

Menurut Safaruddin, Azhari sebelumnya bekerja sebagai nelayan di Aceh Timur. Suatu waktu di tahun 2018, pria kelahiran 1991 itu terlibat dengan kelompok pengedar narkoba.

"Sepertinya dia nggak berat kasusnya, cuma karena BB-nya besar hari itu, ya aturan hukum memvonis mati yang bersangkutan," katanya.

YARA sendiri baru mendampingi Azhari belum lama ini untuk pengajuan PK.

"Kami sangat terkejut dengan kabar kematian Azhari, karena saat bertemu kami di Lapas Batu Nusakambangan untuk tandatangan surat kuasapada 15 Juni lalu untuk pengajuan Peninjaun Kembali perkaranya masih terlihat sehat dan segar," pungkas Safaruddin. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved