Aceh Hebat

Sekda Aceh Ingatkan Dana Desa tidak Diselewengkan: Semua Kita Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Dana Desa harus dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat dan tidak diselewengkan.

Sekda Aceh Ingatkan Dana Desa tidak Diselewengkan: Semua Kita Akan Dimintai Pertanggungjawaban
HUMAS PEMERINTAH ACEH
Sekda Aceh Dr Taqwallah MKes saat sosialisasi gerakan 'BEREH' kepada jajaran pegawai negeri sipil di Simeulue, Minggu (20/10/2019). 

Sekda Aceh Ingatkan Dana Desa tidak Diselewengkan: Semua Kita Akan Dimintai Pertanggungjawaban

SERAMBINEWS.COM, SIMEULUE - Dana Desa harus dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat dan tidak diselewengkan.

Demikian antara lain disampaikan Sekda Aceh Dr Taqwallah MKes saat sosialisasi gerakan 'BEREH' kepada jajaran pegawai negeri sipil di Simeulue, Minggu (20/10/2019), di aula gedung DPRK setempat.

Sosialisasi tersebut diikuti seluruh kepala desa, bidan desa, camat, kepala Puskesmas, perawat, dokter, pejabat dinas kesehatan, dan kepala rumah sakit umum.

Sekda mengatakan, dana desa juga bisa digunakan untuk merawat kantor kepala desa, sehingga tampak bersih, rapi, estetis, dan hijau, sehingga akan memberikan kenyamanan bagi rakyat yang dilayani.

Di bidang kesehatan, lanjut Taqwallah, dana desa dapat dimanfaatkan untuk memantau kesehatan dan menurunkan risiko kematian bagi ibu hamil, ibu melahirkan, dan pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu.

Kematian ibu hamil, ibu melahirkan, anak gizi buruk, dan anak tumbuh tidak normal (stunting), bukan hanya tangung jawab bidan desa dan petugas kesehatan. Tapi juga tangung jawab kepala desa hingga pimpinan daerah.

“Setiap kita adalah pemimpin dan akan diminta pertangungjawabannya oleh Allah SWT," kata Taqwallah mengingatkan.

Kepergok Curi Sepmor di Cot Girek Aceh Utara, Massa Kejar Pria Ini, Hajar Hingga Ikat Dipohon

Wury Estu Handayani, Istri Maruf Amin yang Pernah jadi Perawat Gigi dan Setia Dampingi Abah

5 Visi Jokowi untuk Indonesia, Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Hingga Reformasi Birokrasi

Menurut Taqwallah yang meraih dokter teladan saat bertugas di Kepulauan Simeulue itu, risiko kematian ibu, kematian saat melahirkan, dan bahkan fenomena stunting yang tinggi di Aceh, berawal dari kurangnya kepedulian dan pengawasan pemimpin maupun petugas kesehatan selama kehamilannya.

Taqwallah menjelaskan, setiap ibu hamil di gampong, lanjutnya, harus diklasifikasikan menurut kategori masing-masing.

Halaman
123
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved