Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Barat

Ena Herisna, Ingin Jadikan Wanita Aceh Barat Muslimah yang Kaffah

Seorang wanita terlihat terlihat sibuk melayani tamu dan meneken sejumlah berkas yang sedang duduk di menja kursinya yang sesebentar datang...

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Ena Herisna SKM. 

Ena Herisna, Ingin Jadikan Wanita Aceh Barat Muslimah yang Kaffah

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Seorang wanita terlihat terlihat sibuk melayani tamu dan meneken sejumlah berkas yang sedang duduk di menja kursinya yang sesebentar datang anak buahnya mengantarkan berkas ke dalam dan mengambilnya kembali. Ia adalah bernama lengkap Ena Herisna SKM.

Saat Wartawan Serambinews.com menyambanginya, ia terlihat ramah dan bercerita banyak tentang perjalan karirnya saat ini.

Disamping ia sebagai seorang pejabat ia sangat hobi untuk jalan-jalan sebagai refresing, baik dengan keluarga dan kedinasannya.  

Ena Herisna kelahiaran Aceh Selatan, 1968 itu merupakan salah satu wanita karir di Aceh Barat yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB).

Remaja Putus Sekolah di Bireuen yang Viral Karena Bersihkan Jalan Berlumpur juga Relawan Kemanusiaan

Partai Nasdem Siap Jadi Oposisi, Begini Tanggapan Sekjen PDIP

Pengurus Forum PRB Banda Aceh Audiensi dengan Aminullah, Ini yang Dilaporkan ke Wali Kota

Perannya sebagai seorang pejabat tidak tidak membuatnya lupa akan kelurga, akan tetapi ia mampu memposisika diri sebagai seorang ibu untuk suami dan anak-anaknya, sebagaimana kodratnya seorang wanita.

Ena Herisna, istri dari Sudirman merupakan ibu dari Anan Zuhdi Agustiar dan Dhia Indah Fadhila.

 “Menjadi pejabat bukan berarti sudah kurang perhatian dalam mengurus keluarga, tapi kita bisa mengimbanginya, keluarga tetap tidak boleh ketinggalan lho,” papar Ena Herisna sambil tersenyum kepada Serambinews.com, Senin (21/10/2019).

Ia menceritakan, karirnya bermula dari seorang PNS tahun 1990-1992 bekerja di Puskesmas Sungai Mas, tahun1994 pindah ke Puskesmas Meureubo, dan tahun 2007 ia dipercayakan sebagai Kepala Puskesmas Meureubo hingga 2012.

Dispora Aceh Gelar Kejuaraan Bulutangkis Antarwartawan Se-Aceh, Ini Nomor yang Dipertandingkan

Setelah itu dia pun dipercayakan sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan sejak 2013-2017, lalu pertengahan 2017 menjadi staf di RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh, dan Akhir 2017 dipercayakan sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Barat hingga saat ini.

Sesuai dengan perannya, ia berkeinginan mewujudkan tiga pilar pembangunan di Aceh Barat, salah satunya ingin mewujudkan wanita Aceh Barat menjadi wanita muslimah dan kaffah.

Dijelaskan, guna mewujudkan wanita-wanita islami yang kaffah itu sudah mulai dilakukan upaya dengan cara penyeluhan ke 48 desa dari 322 desa, dan 48 desa itu diberi nama kampong muslimin, di sanalah peran itu sedang di jalankan saat ini.

Ketua Umum Taman Iskandar Muda, Surya Darma: Tokoh Aceh Sangat Layak Masuk Kabinet Jokowi

Para wani terus diberikan edukasi dilapangan mulai dari kegiatan magrib mengjaji, hingga cara mendidik anak-anak secara islami serta kegiatan nuansa islami lainnya yang terus dijalankan.

Dikatakannya, kegiatan ini telah meberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama para wanita-wanita yang menjadi sasaran, yaitu melalui pengajian para ibu-ibu yang sebelumnya tidak  bisa mengaji kini sudah dapat mengjaji, dan paling tidak sebagian sudah sudah mengenal bancaan alif ba hingga ya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved