Salam

KIM Warna-warni Yang Menjanjikan?

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin kemarin pagi sudah memperkenalkan dan melantik 34 Menteri Kabinet Indonesia Maju

KIM Warna-warni Yang Menjanjikan?
WAHYU PUTRO A
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Maruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (WAHYU PUTRO A) 

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin kemarin pagi sudah memperkenalkan dan melantik 34 Menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) Periode 2019-2024 dan 4 pejabat setingkat menteri. Nadiem Makariem (Mendikbud) menjadi menteri termuda (35 tahun) dan Fachrul Razi (Menag) menjadi menteri tertua, yakni 72 tahun.

Bersama pengumuman susunan kabinet, ada juga sejumlah nomenklatur baru. Di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman berubah menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Posisi ini dijabat Luhut Binsar Pandjaitan. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berubah menjadi Menristek merangkap sebagai Kepala Badan Riset Inovasi Nasional. Sedangkan pendidikan tinggi akan berada di bawah Mendikbud. Kemudian, Menteri Pariwisata berubah nomenklaturnya menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jabatan ini diemban Wishnutama.

Tokoh-tokoh yang mengisi Kabinet Indonesia Maju ini memiliki latar belakang beragam dari profesional hingga politisi lima partai koalisi Jokowi. PDI Perjuangan mendapatkan lima kursi, Golkar mendapatkan tiga kursi, Nasdem mendapatkan tiga kursi, PKB mendapatkan tiga kursi, dan PPP mendapatkan satu kursi.

Para analis dan pengamat tidak melihat adanya kader partai Demokrat, PAN, dan PKS dalam kabinet itu. “Tidak ada kader Partai Demokrat yang sebelumnya digadang-gadang bakal masuk. Putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono yang diisukan bakal menjadi Menpora, ternyata kursi tersebut diduduki politikus Golkar Zainudin Amali,” tulis seorang pengamat.

Ada banyak catatan menarik mengenai kabinet ini. Pertama, bagi Aceh ada kebanggaan tersendiri dengan masuknya dua putra Tanah Rencong, Fachrul Razi sebagai Menteri Agama dan Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang dalam kabinet itu, meskipun Aceh hanya menyumbang sekitar 16 persen suara untuk Jokowi dalam Pilpres 2019.

Banyak yang merasa tak biasa atas terpilihnya Jenderal Purnawirawan TNI AD, Fachrul Razi sebagai Menag. Padahal dalam sejarah kabinet Indonesia, sebelumnya ada beberapa perwira tinggi TNI yang pernah menjadi Menag. Yakni, Letnan Jenderal (Purn) Alamsyah Ratu Perwiranegara menjadi Menag dalam Kabinet Pembangunan III (1978-1983). Lalu, ada 

Laksamana Muda TNI (Purn) Tarmizi Taher diangkat menjadi Menag dalam Kabinet Pembangunan VI. Tarmizi Taher menduduki jabatan Menag sejak 17 Maret 1993 hingga 14 Maret 1998.

Kemudian, ditunjuknya Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri juga kejutan tersendiri dari Jokowi. Betapa tidak, dalam sejarahnya baru kali ini jenderal polisi yang sedang menjabat sebagai Kapolri dipilih menjadi Mendagri. Lalu, terpilihnya Nadiem Makariem sebagai Mendikbud juga bikin banyak orang terperangah. Ada yang ragu, ada pula yang sangat yakin anak muda millenial ini akan membuat Indonesia lebih maju di bidang pendidikan.

Bagi rakyat, yang penting ekonomi negara ini akan lebih maju kelak. Dan, kepada pembantunya yang baru dilantik itu memang memesan harapan rakyat. "Saya perintahkan jangan korupsi. Ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi.”

Yang menarik juga, Jokowi mengingatkan para menteri untuk tidak membawa konsep atau visi dan misi pribadi dalam bertugas sebagai menteri. “Tidak ada visi dan misi menteri, yang ada hanyalah visi misi presiden,” tegas Jokowi.

Sebagai jawaban atas harapan rakyat, Presiden Jokowi meminta para menteri untuk bekerja keras, cepat, dan produktif. Menteri-menteri diminta jangan terjebak rutinitas monoton dan bekerja dengan orientasi hasil. “Menteri jangan hanya menyerahkan tugas kepada para anak buahnya. Namun harus memastikan perintah tersebut terlaksana dengan baik. Tugas kita tidak hanya menjamin sent tapi deliver. Cek masalah di lapangan dan temukan solusinya. Ini saya wanti-wanti agar para menteri bekerja secara serius jika tidak ingin dicopot. Hati-hati ini, pasti saya copot," kata Presiden di hadapan menteri yang baru diumumkannya. Nah!?

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved