Sabtu, 11 April 2026

Peringatan Hari Santri 2019

Peringatan Hari Santri, Kadis Dayah: Jangan Ragukan Nasionalisme Santri Aceh

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny mengatakan, santri dayah di Aceh memiliki komitmen nasionalisme yang sangat tinggi.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NASIR
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny mengatakan, santri dayah di Aceh memiliki komitmen nasionalisme yang sangat tinggi.

Karena, dalam diri setiap santri terdapat Hubbul wathan minal iman, yaitu cinta tanah air bagian dari iman.

Hal itu disampaikan Usamah usai peringatan hari santri, Kamis (24/10/2019) di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.

 “Jangan pernah ragu dengan Komitmen nasionalisme santri dayah Aceh. Santri dan Ulama Dayah Aceh telah terlibat jauh dalam proses keharmonisan masyarakat Aceh dan juga ikut menyumbangkan saran dan pendapat dalam proses perdamaian Aceh,” ujar Usamah.

Bahkan, lanjut Usamah, mereka sudah berperan dan terlibat jauh dalam keharmonisan masyarakat Aceh.

Santri dan Ulama dayah berkomitmen untuk berkontribusi di garis terdepan dalam Proses pembangunan Aceh.

Santri dan Polantas Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas, Beri Tausiah dan Doakan Pelanggar Lalulintas

Karena Tujuh Alasan, Santri Aceh Disebut Lokomotif Penegakan Syariat Islam

Pimpin Upacara Hari Santri, Nova Berharap Dayah/Pesantren Perkuat Pelaksanaan Syariat Islam

Sehingga, katanya Santri merupakan bagian penting dari pembangunan menuju Aceh yang Hebat. 

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh akan menjalankan pendidikan dayah sama dengan pendidikan umum lainnya.

Hal itu juga sudah dituangkan dan diamanahkan dalam Qanun Pendidikan Dayah yang disahkan beberapa waktu yang lalu.

Sehingga dalam hal penganggaran maupun sektor lainnya, pendidikan dayah juga akan menjadi prioritas.

“Kita harapkan inilah momentum awal pendidikan dayah dan santri memiliki masa depan, peluang, dan perhatian yang sama dari Pemerintah. Infrastruktur dayah juga terus dikembangkan hingga penguatan guru dan konten kurikurum,” tandas Usamah.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah mengatakan, saat ini Pemerintah Aceh sendiri sedang mengkaji kemungkinan pendidikan dayah yang berada di bawah pendidikan dayah sebagai inti dari pendidikan di Aceh.

Bahkan, ada  kemungkinan secara kelembagaan dinas dayah disatukan dengan dinas pendidikan,  nantinya ini akan menjadi inti pendidikan di Aceh.

Menurut Nova, disahkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren telah menjustifikasikan eksistensi dayah/pesantren sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan nasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved