Breaking News:

Berita Subulussalam

Ingin Menyaksikan Bunga Bangkai Subulussalam, Anda Harus Melewati 780 Anak Tangga

Kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanium) yang ditemukan tumbuh di Areal hutan di kawasan Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan Kota ...

Penulis: Khalidin | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum) ditemukan tumbuh di tengah hutan dekat perkebunan warga Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Minggu (27/10/2019). 

Ingin Menyaksikan Bunga Bangkai Subulussalam, Anda Harus Melewati 780 Anak Tangga

 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanium) yang ditemukan tumbuh di Areal hutan di kawasan Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam kini mulai dikunjungi warga.

“Kami baru dari lokasi bunga bangkai, arealnya cukup menarik,” kata Subur Scandi Saputra, komunitas otomotif trail adventure Serdadu gatrex Subulussalam kepada Serambinews.com, Selasa (29/10/2019).

Subur bersama rekan-rekannya menyaksikan langsung bunga Kibut atau bunga bangkai raksasa alias suweg Raksasa di areal hutan Kedabuhen Desa Jontor Kecamatan, Penanggalan Pemko Subulussalam. Subur pun mengaku takjub manakala tiba di lokasi tumbuhnya kuntum bunga bangkai.

Betapa tidak, selain dapat merasakan sensai hutan liar yang masih alami di sana juga terdapat air terjun begitu asri. Jadi, kata Subur, selain melihat langsung tumbuhan langka sekaligus dapat berselfie ria dengan latar air terjun.

Dikatakan, untuk mencapai ke lokasi hutan Kedabuhen tempat tanaman langka bertumbuhan hanya menempuh sekitar 11 kilometer dari pusat kota yakni Lapangan Beringin Subulussalam. Sementara dari pinggir jalan nasional Subulussalam-Medan, juga cukup dekat yakni 200-an meter.

Polisi Amankan 280 Gram Sabu dari Tersangka Residivis Kasus Narkoba

Dituduh Mencuri, Gadis 16 Tahun Disiksa Warga Hingga Kades: Diikat, Digantung & Disetrum

Mahkamah Syar’iyah Blangpidie Deklarasikan Birokrasi Bersih dan Bebas dari Korupsi

Tapi, lanjut Subur bagi warga yang ingin ke lokasi harus benar-benar menyiapkan stamina. Pasalnya, meski berjarak sekitar 200-an meter jalur tersebut hanya bisa dengan berjalan kaki dengan cara melewati sekitar 780 anak tangga.

Saat menuju ke lokasi, menurut Subur situasi perjalanan menurun namun tetap harus waspada karena tangga yang bisa saja licin akibat guyuran hujan atau lumut. Nah, hal menantang kala akan pulang darai lokasi karena posisi berubah menanjak dengan menapaki 780 anak tangga.

”Kabarnya anak tangga di sana sebanyak  780 jadi pas mau pulang harus benar-benar menyiapkan stamina,” ujar Subur

Menurut Subur, bagi pecinta wisata dan pecinta tanaman langka sangat cocok untuk hadir ke tempat tersebut. Sebab, selain dapat melihat tanaman langka yang sangat luar biasa sekaligus menikmati indahnya pemandangan alam air terjun kedabuhan.

AFA-Dispora Subsidi Peserta Kursus Pelatih dan Wasit, Ini Kuota Masing-masing Daerah

Bukan itu saja, di lokais terdapat hutan yang masih asri dengan riuhnya suara burung serta hewan hingga membuat suasana nyaman.

Pada bagian lain, Subur mengimbau masyarakat yang menemukan tanaman langka seperti ini agar memberitahukan kepada pihak berkepentingan seperti komunitas wisata atau pecinta alam. Ini agar tidak tanaman itu tidak rusak. Subur sendiri bersama sejumlahlah rekannya, selain komunitas pecinta trail sekaligus pecinta lingkungan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved