Rabu, 22 April 2026

Luar Negeri

Perdana Menteri Lebanon Saad Al-Hariri Mengundurkan Diri Usai Didemo Hampir 2 Pekan

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri memutuskan mengundurkan diri setelah aksi protes menentang pemerintah mencapai 13 hari.

Editor: Faisal Zamzami
ANWAR AMRO / AFP
Perdana Menteri Lebanon Saad _Al-Hariri yang mengundurkan diri pada Sabtu (4/11/2017). (ANWAR AMRO / AFP) 

"Kita harus melakukan kejutan besar untuk memperbaiki krisis. Saya akan ke Istana Baabda untuk menyerahkan pengunduran diri pemerintah," ujar Hariri.

Dalam pidatonya, Hariri mengatakan bahwa dirinya telah menemui jalan buntu dan menyerukan para elite politik untuk melindungi negara.

Aksi demo besar-besaran di Lebanon dipicu oleh kemarahan warga atas meningkatnya biaya hidup dan rencana pajak baru, termasuk biaya panggilan WhatsApp, yang dengan cepat ditarik kembali setelah protes pecah.

Ini adalah demonstrasi terbesar dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Demonstrasi yang diwarnai sejumlah kerusuhan ini pecah menyusul meningkatnya keluhan terkait korupsi pemerintah, salah kelola dana, dan kegagalan pemerintah menangani angka pengangguran yang tinggi di Lebanon.

Dilansir Sky News Selasa (29/10/2019), demonstrasi itu berlangsung mulai dari kota konservatif Tripoli, ibu kota Beirut, hingga Tyre.

Mereka yang berpartisipasi dalam unjuk rasa menyatakan, mereka menginginkan agar politisi yang menguasai Lebanon sejak perang saudara 1975-1990 mundur.

Krisis ekonomi yang terjadi akibat demonstrasi disebut terburuk sejak periode perang saudara, dengan pasar gelap merajalela.

Saad Hariri mengemban jabatannya sebagai Perdana Menteri pada Desember 2016.

Sebelumnya dia pernah menjabat pada November 2009 hingga Juni 2011.

Dalam pernyataannya di televisi, Hariri menuturkan dia sudah mencari "berbagai solusi" untuk mengatasi kesulitan yang dialami Lebanon.

"Ini adalah waktunya bagi kita menghadapi krisis ini. Tanggung jawab kami adalah melindungi Lebanon dan memulihkan ekonomi," ujarnya.

Dalam aksi protes di Beirut, massa anti-pemerintah dilaporkan diserang dan dipukul mundur oleh para simpatisan kelompok Hezbollah.

Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, sebelumnya mengkritik massa penentang pemerintah, dengan pendukungnya meneriakkan namanya.

Nasrallah yang kelompoknya menguasai Lebanon menuding, unjuk rasa yang terjadi ditunggangi oleh kekuatan asing dan kelompok politik rival.

Akhir 2019 Gerhana Matahari Terjadi Tepat pada Hari Tsunami Menerjang Aceh, Ini Lokasi Pengatamannya

Pemkab Pidie Jaya Pastikan BNPB Bangun Sisa Rumah Korban Gempa Tahap Akhir, Nilai Per Unit Istimewa

Viral Video Pembatas Jalan di Tol Pandaan-Malang Bergerak Sendiri, Apa Penyebabnya?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aksi Protes Berlangsung 13 Hari, PM Lebanon Mengundurkan Diri"

Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved