Breaking News:

Virus Kolera Babi Landa 7 Kabupaten di Sumatera Utara, Apakah Membahayakan bagi Manusia?

Tercatat sudah sebanyak 1.985 ekor ternak babi di tujuh kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) terjangkit virus hog cholera atau kolera babi.

Kolase Istimewa/Facebook.com
Ilustrasi hewan peliharaan babi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap memastikan, virus hog cholera tidak membahayakan bagi manusia bila daging babi yang terjangkit dikonsumsi.

"Aman, tidak bahaya bagi manusia jika diolah (dimasak) dengan benar," katanya. 

Azhar menambahkan, pihaknya dari Provinsi Sumatera Utara bersama dari Pemkab telah melakukan pencegahan-pencegahan agar virus hewan berkaki empat itu tidak menyebar lebih meluas lagi.

"Memberdayakan tim kita untuk memeriksa dan membersihkan kandang-kandang hewan tersebut (babi). Kemudian melakukan pengobatan-pengobatan dan vaksinasi, yang mati harus dikubur," katanya. 

Ia menyebutkan, apabila ada hewan berkaki empat itu terkena virus hog cholera, pihaknya akan melakukan isolasi dan pengobatan.

"Tim sudah bergerak ke daerah-daerah yang rawan terjangkit dan apabila ditemukan, hewan itu akan kita isolasi dan diobati," ucapnya.

Virus ASF atau demam babi Afrika

Menurutnya, kematian ratusan babi di Kabupaten Dairi, belum lama ini, ternyata belum terpapar virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Hal ini diketahui setelah dilakukan penelitian oleh tim gabungan, baik dari pusat, provinsi dan kabupaten, paska mendapat laporan tentang kematian hewan kaki empat tersebut.

"Hasil isolasi sementara kita, kematian mendadak babi tersebut bukan karena ASF, namun akibat penyakit endemik biasa,” kata dia.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved