Breaking News:

Invest in Aceh

Pemkab Aceh Besar Diminta Dorong Investor Tanam Modal di Pulo Aceh, Ini Potensinya yang Menjanjikan

Dia sebutkan, di kawasan Pulo Aceh itu juga tidak berputar roda perekonomian masyarakat karena tidak tersedianya pasar tradisional dan juga perbankan.

acehraya.co.id
Pasie Demiet kawasan Gugop, Pulo Aceh. 

Laporan Asnawi Luwi I Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM I JANTHO - Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar Aziz SE meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mendorong investor lokal maupun investor asing masuk ke Pulo Aceh.

Hal ini sangat penting, karena di Pulo Aceh sangat berpotensi ikan segar kualitas ekspor yang merupakan hasil tangkapan nelayan. Namun, harga ikan tidak sesuai dengan harga di pasaran sehingga nelayan rugi.

"Kita mendorong ada investor yang membeli hasil tangkapan ikan nelayan. Ini akan membantu sekali bagi nelayan, karena harga ikan kualitas ekspor itu tentukan akan mampu dibeli dengan harga tinggi dari lautan lepas Pulo Aceh tersebut, " ujar Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar Aziz SE kepada Serambinews.com, Jumat (1/11/2019).

BREAKING NEWS - Sesosok Mayat Hanyut di Sungai Souraya Subulussalam, Videonya Beredar di Medsos

Sumut Coba Ganggu Aceh, Protes Keabsahan Tiga Pemain Sumsel  

Tutup TMMD ke-106 Kodim Aceh Utara, LO AL Kodam IM Sampaikan Hal Ini

Selama ini, ikan tangkapan seperti Kerapu, ikan Rambe dan jenis lainnya harganya tidak bisa dijual mahal di Pulo Aceh karena masyarakat tidak mau membeli ikan jenis kerapu dengan harga mahal, sehingga ikan tidak laku di daerah itu dan merugikan nelayan yang setiap saat melaut.

Jadi, menurut Zulfikar Aziz SE, solusinya kita mendorong investor yang membeli ikan segar kaulitas ekspor milik nelayan di Pulo Aceh. "Kalau investor ada tentunya akan sangat membantu mereka dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat di daerah terisolir tersebut," ujar Zulfikar Aziz SE politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dia sebutkan, di kawasan Pulo Aceh itu juga tidak berputar roda perekonomian masyarakat karena tidak tersedianya pasar tradisional dan juga perbankan.

"Jadi, kalau investor ada, fasilitas pasar dan bank juga harus menjadi perhatian serius dan kita berharap pihak Bank Aceh Syariah dapat membuka kantor Bank Aceh di Pulo Aceh karena jumlah penduduk di daerah itu mencapai enam ribu jiwa di 12 desa di Kecamatan Pulo Aceh," ujarnya.

Hal lain diutarakan, Eka Riskina Spd, Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar.

Menurut dia, di Pulo Aceh harus menjadi fokus perhatian Pemerintah, karena kawasan tersebut sangat tertinggal dari segala sektor baik itu pembangunan maupun perekonomiannya.

Sebelumnya pihaknya juga sudah bertemu dengan masyarakat di Pulo Aceh yang langsung menyampaikan aspirasinya kepada mereka sebagai wakil rakyat di legislatif.

Sementara itu, Mahyaruddin, Tokoh Pemuda Pulo Aceh mengharapkan pihak pemerintah daerah Pemkab Abes mendorong supaya masuknya investor ke Pulo Aceh karena setiap hari hasil produksi petani dan nelayan di Pulo Aceh sangat tergantung dengan Banda Aceh. Dan, terkadang kala kalau musim panen melimpah harga tidak menentu di tambah lagi biaya transportasi yang sangat mahal sehingga tidak sebanding dengan penghasilan yang didapat petani maupun nelayan di Pulo Aceh, apalagi ikan tangkapan nelayan cukup bisa diandalkan.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved