Unsyiah Wisuda 2.120 Lulusan

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), 1-2 November 2019, kembali mewisuda 2.120 lulusan dari berbagai jenjang. Wisuda

Unsyiah Wisuda 2.120 Lulusan
DOK/HUMAS UNSYIAH
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko SE MM menerima ijazah dari Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng dalam Sidang Terbuka Wisuda Ke-143 Periode Agustus-Oktober 2019 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Jumat (1/11/2019). Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko SE MM diwisuda pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala. 

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), 1-2 November 2019, kembali mewisuda 2.120 lulusan dari berbagai jenjang. Wisuda yang berlangsung dalam Sidang Terbuka di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, itu dipimpin Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU. Wisudawan dan wisudawati tersebut merupakan lulusan sarjana/pendidikan profesi/spesialis/pascasarjana periode Agustus-Oktober 2019.

Dari keseluruhan wisudawan, 344 orang di antaranya lulus dengan predikat pujian (cum laude). Dengan wisuda terakhir ini, total alumni Unsyiah menjadi 128.769 orang dan sebagian besarnya adalah lulusan program sarjana (S1).

Rektor dalam sambutannya mengatakan, jumlah lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia terus bertambah. Menurut Prof Samsul, sekitar satu juta lulusan baru dengan berbagai level pendidikan dihasilkan setiap tahun oleh perguruan tinggi di Indonesia.

Di satu sisi, sebutnya, hal ini sangat menggembirakan karena makin banyak orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Namun, di sisi lain jumlah lulusan tersebut, jauh lebih banyak dari jumlah pertumbuhan lapangan pekerjaan. “Karena itulah, ratusan ribu di antara alumni perguruan tinggi ini akhirnya menjadi pengangguran terbuka dalam waktu yang lama,” ungkap Rektor.

Data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS), sambung Prof Samsul, di antara pengangguran di Indonesia yang mencapai 7 juta orang, sekitar 400 ribu orang di antaranya adalah alumni perguruan tinggi. Di sisi lain, kata Rektor lagi, kedatangan era revolusi industri 4.0 kemungkinan akan memperketat persaingan untuk memperoleh pekerjaan. Apalagi, tambahnya, pada era ini tenaga manusia akan secara signifikan tergantikan dengan mesin-mesin otomatis berbasis kontrol digital.

Pada kesempatan itu, Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU juga mengatakan, pada era revolusi industri 4.0, semuanya akan bertumpu pada teknologi robotik, internet of thing, serta kecerdasan buatan (artificial intelligence). Sehingga ratusan lapangan pekerjaan akan hilang atau minimal berkurang. Inilah sebabnya, menurut Rektor, para alumni konservatif dari perguruan tinggi akan sangat sulit memperoleh pekerjaan di masa mendatang.

Untuk itulah, Prof Samsul berpesan agar lulusan perguruan tinggi mengubah pola pikir dari konservatif menuju pola pikir yang kreatif dan inovatif. “Mereka harus berani keluar dari zona nyaman dan mengambil risiko-risiko besar dalam mencoba suatu pekerjaan. Mereka yang berani mencoba umumnya akan lebih berkembang, dibanding mereka yang lebih memilih diam karena takut keluar dari zona nyaman,” pungkas Rektor Unsyiah. (rel/jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved