Rustam Effendi: Kadis yang tak Berfungsi Diganti Saja  

Akademisi sekaligus Pengamat Ekonomi Unsyiah, Rustam Effendi, menyarankan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, agar mengganti

Rustam Effendi: Kadis yang tak Berfungsi Diganti Saja   
Rustam Efendi 

BANDA ACEH - Akademisi sekaligus Pengamat Ekonomi Unsyiah, Rustam Effendi, menyarankan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, agar mengganti para kepala SKPA atau kepala dinas/badan yang dinilai tidak punya fungsi dan tidak ada peran untuk bisa mencapai target serapan APBA 2019. Saran itu disampaikan Rustam Effendi saat menjadi narasumber eksternal pada Program Cakrawala Radio Serambi FM 90,2 Mhz yang mengangkat judul 'Surat Teguran; Ujian Kemampuan SKPA,’ Kamis (7/11/2019). Program yang dipandu oleh host Eka Nataya, tersebut juga menghadirkan narasumber internal yaitu News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali.

"Pak Plt Gubernur kan sudah menempatkan sosok-sosok yang punya kompentensi di SKPA-SKPA dan itu harus dievaluasi kembali. Kalau memang ada kepala SKPA yang tidak punya fungsi kuat, ya diganti, diganti," sebutnya.

Hal itu, lanjut Rustam, disampaikannya menyikapi teguran Plt Gubernur Aceh, terhadap kepala dinas atau SKPA yang daya serap atau realisasi keuangan pembayarannya proyek APBA 2019 tak mencapai target. Karena dari 57 SKPA, sebanyak 24 kepala SKPA diberikan surat teguran untuk meningkatkan kinerja proyek dan kegiatannya menjelang penghujung tahun ini.

"Kondisi seperti ini tidak bisa dipertahankan lagi. Sebab, kejadian serupa hampir setiap tahun terjadi. Aceh ini sudah jatuh, tertimpa tangga lagi. Karena ekonomi kita memang ngak jalan, hal itu efeknya justru kemiskinan meningkat dan pengangguran bertambah banyak," ungkap Rustam Effendi.

Ia menyayangkan, Aceh memiliki uang yang melimpah, tapi tidak bisa digunakan. Provinsi lain yang tidak ada uang justru dicari. "Kita yang punya uang banyak, justru ngak bisa dipakai dan tidak bisa dibelanjakan, kan lucu. Akhirnya, silpa lagi dong, kan semuanya jadi sia-sia, karena habis waktu kita," tandasnya.

Ia mengungkapkan, kunci semua itu berada di SKPA. Karena di SKPA itu ada kadis, ada kabid, kasi, dan staf. Artinya, ada mobil, ada bus, ada pesawatnya, tapi, tidak ada pilot atau sopir yang bisa menjalankan pesawat atau mobil tersebut dengan kencang.

"SKPA kan di bawah sekda. Tapi, saya lihat Pak Sekda belum begitu fokus di sana. Maaf lah, mungkin niat beliau baik, beliau jalan-jalan untuk lihat WC dan toilet. Tapi, menurut saya, beliau harusnya fokus dulu, memacu anak buah, di sisa penghujung tahun ini. Beliau harusnya jangan kemana-mana dulu, begitu juga dengan Kepala SKPA. Itu pun kalau kita memang peduli dengan kondisi Aceh saat ini," timpal Rustam.

Ditambahkan, sekarang tidak ada lagi masa untuk bersantai dan menunggu, karena sudah berada di penghuju tahun. Jika tidak dipacu, maka lagi-lagi kinerja Plt Gubernur selaku pimpinan daerah yang disorot. "Saya bicara bukan dalam kapasitas menyalahkan Plt Gubernur, tapi untuk semua pemimpin. Tentu tak elok kita menyalahkan beliau saja, karena beliau sudah menempatkan orang-orang yang dinilai punya kompentensi di SKPA-SKPA. Kalau memang ada SKPA yang tidak punya fungsi kuat dalam pencapaian target serapan 2019, diganti saja. Kasihan Pak Plt kita pemimpin punya kewenangan, razia ke ujung Aceh tapi para kepala SKPA-nya lamban," pungkas Rustam Effendi. (mir) 

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved