Berita Banda Aceh
Aceh Tuan Rumah Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia
Menurut Taufiq, KPDI ini bertujuan mendorong peran perpustakaan digital yang terkait dengan perkembangan terkini di masyarakat.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nur Nihayati
Menurut Taufiq, KPDI ini bertujuan mendorong peran perpustakaan digital yang terkait dengan perkembangan terkini di masyarakat.
Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mempercayakan Aceh, dalam hal ini Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), sebagai tuan rumah pelaksanaan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) Ke-12.
Konferensi berlevel nasional itu dilaksanakan dua hari, sejak 12 hingga 14 November di Hotel Hermes Palace Banda Aceh.
Acara ini akan dibuka oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT pada Selasa (12/11/2019) sore di Hotel Hermes dan ditutup keesokan harinya oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman MM.
• Terkait Penerimaan CPNS di Pidie, Dewan Minta Formasi PGSD Dapat Diterima
• Siswa SMA Diperkenalkan Alat Laboratorium Geografi, Ini Tujuannya
• Kronologi Guru Ajak Siwi SMK Main Bertiga Bersama Pacarnya, Awalnya Jalan-jalan lalu Diajak ke Kos
Prosesi pembukaan akan dihadiri oleh Kepala Perpusnas RI, Dr Syarif Bando; para pejabat Perpusnas RI, Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng; dan Kepala UPT Perpustakaan Unsyiah, Dr Ing Rudi Kurniawan ST MSc. Hadir pula pakar Literasi Informasi Prof Dr. R. Eko Indrajit, Guru Besar Perbanas Institute sebagai pemateri utama.
Ketua Panitia KPDI Ke-12, Dr Taufiq Abdul Gani SKom, M.Eng Sc kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Sabtu (9/11/2019) pagi mengatakan, konferensi ini diawali dengan workshop pada 12 November siang.
Konferensi ini akan dihadiri oleh 450 peserta dari seluruh provinsi se-Indonesia.
Menurut Taufiq, KPDI ini bertujuan mendorong peran perpustakaan digital yang terkait dengan perkembangan terkini di masyarakat.
Tujuan lainnya untuk menghadirkan perpustakaan digital sebagai komponen penting dalam ekosistem informasi yang akan berinteraksi dengan komponen lainnya, di samping untuk mendorong transformasi masyarakat berbasis pengetahuan dan berkompetensi sehingga inklusi sosial yang diharapkan dapat tercapai.
Saat workshop, kata Taufiq, kan disajikan materi berjudul Kompetensi Pustakawan dalam Ekosistem Digital oleh Dr Luki Wijayanti SIP MHum, mantan kepala Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia.
Materi ini selaras dengan tema KPDI tahun ini yakni Mewujudkan Ekosistem Perpustakaan Digital 4.0 dan Society 5.0 dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa.
Selama konferensi dua hari itu, kata Taufiq, dipresentasikan 20 makalah oleh sejumlah pakar, baik dari Perpusnas, Bappenas, Sekretariat Jenderal DPR RI, maupun akademisi nasional.
Di antara 20 materi tersebut, tiga di antaranya adalah berjudul Pengembangan Perpustakaan Umum dalam Ekosistem Digital Berinklusi Sosial; Pengaruh Kualitas Perpustakaan Digital dan Kompetensi terhadap Kematangan Karier Pustakawan; dan Literasi Informasi: Pustakawan SNIPER Internet.
Kemudian, pada Rabu (13/11/2019) sore akan dilaksanakan rapat KPDI untuk menentukan provinsi mana sebagai tuan rumah KPDI Ke-13 pada tahun 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/berfoto-dengan-wali-kota-banda-aceh.jpg)