Berita Aceh Tengah
Dua Minggu Sebelum Rumahnya Terbakar, Hamka Ciptakan Lagu tentang Kebakaran, Ini Liriknya
“Ooo Gayo !!!, kemaro-kemaro inget rara gangur ilang” sepenggal lirik lagu yang baru dua pekan lalu, diciptakan oleh seorang seniman Gayo...
Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
Dua Minggu Sebelum Rumahnya Terbakar, Hamka Ciptakan Lagu tentang Kebakaran, Ini Liriknya
Laporan Mahyadi | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – “Ooo Gayo !!!, kemaro-kemaro inget rara gangur ilang...... ” sepenggal lirik lagu yang baru dua pekan lalu, diciptakan oleh seorang seniman Gayo, Hamka Selamat (66), warga Kampung Kung, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Lirik lagu Gayo ini, bermakna bila kemarau, hati-hati api akan menyala.
Penggalan lirik lagu ini, menjadi menarik untuk dibahas lantaran Hamka Selamat, baru saja tertimpa musibah. Rumahnya ludes terbakar, pada Jumat (8/11/2019) malam, sekira pukul 21:30 WIB.
Tanpa disadari, lagu yang diciptakannya sekitar dua minggu lalu, bertemakan dampak kemarau yang bisa memunculkan kebakaran, justru berbalik menimpanya.
Hamka Selamat, merupakan salah seorang pencipta lagu Gayo. Beberapa lagu ciptaanya, sering dinyanyikan sejumlah klub Didong di Dataran Tinggi Gayo (DTG). Namun, naas bagi Hamka Selamat, karena lagu yang baru diciptakanya, justru menjadi tanda akan hadirnya musibah kebakaran yang menghanguskan seluruh rumahnya hingga rata dengan tanah.
Meski tidak ada korban jiwa, namun tidak satupun harta benda berharga milik Hamka bisa diselamatkan. Pasalnya, pada saat api melahap kediamanya, Hamka berada di kawasan Kampung Remesen, Kecamatan Silih Nara.
• Korban Kebakaran di Kampung Kung Aceh Tengah Ditampung di Rumah Tetangga
• Masyarakat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin Lusa Objek Wisata Pantai Lampuuk Tutup Sehari
• Anggota DPRK Banda Aceh Minta Pemerintah Aceh Percepat Pembangunan Perluasan Jalan T Iskandar
• PKK Seuneubok Aceh Juara Lomba Asmaul Husna Kecamatan Peusangan, Ini Juara lainnya
“Saat kejadian, saya sedang meninjau latihan Didong, karena kan mau ada lomba Didong dalam waktu dekat,” kata Hamka Selamat, kepada Serambinews.com, Sabtu (9/11/2019).
Ketika ditemui di bekas-bekas puing-puing rumahnya, sosok pria yang telah beranjak tua ini, awalnya tidak terlalu banyak berbicara. Sesekali ia tertunduk, sembari menatap rumah yang hanya tersisa tumpukan kayu yang telah hangus terpanggang. Binar-binar kesedihan terpancar dari sorot matanya.
Beberapa warga, secara bergantian menyalami Hamka Selamat. Ada yang memberikan sumbangan seadanya dan ada juga yang mencoba menghibur serta membesarkan hati Hamka. Ramainya warga yang bersimpati, membuat Hamka perlahan mulai tegar menerima cobaan yang menimpanya.
Dengan logat Gayo yang masih terasa kental, Hamka Selamat, mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan Serambinews.com.
“Mungkin baru sekitar dua minggu lalu, saya ciptakan sebuah lagu. Lagu itu, intinya tentang lingkungan, serta dampak yang ditimbulkan oleh kemarau,” ucap Hamka.
• Aceh Tuan Rumah Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia
Bahkan, sebut Hamka Selamat, lirik lagu yang baru ia ciptakan belum sempat untuk dinyanyikan karena disiapkan untuk even lomba Didong yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat untuk tingkat Kabupaten Aceh Tengah.
“Itulah, semalam pada saat rumah saya terbakar, baru teringat. Yoeeh, rupanya ini, merupakan tanda bagi saya,” kenang Hamka.
Paska kejadian, Hamka Selamat dan keluarganya terpaksa mengungsi di rumah sanak family yang tidak jauh dari kediamannya. Saat ini, Hamka Selamat, harus menumpang karena kondisi rumah miliknya telah rata dengan tanah.
“Tadi malam, ada orang di rumah. Istri dan dua anak saya. Tapi, tak satupun harta yang bisa diselamatkan, termasuk satu sepeda motor ikut hangus,” sebutnya.(*)
• Seleksi CPNS 2019 Resmi Dibuka Senin, Ini Alur dan Persyaratannya, BKN Ingatkan Ini
• Marak Rumah Makan Pakai Pesugihan, Om Hao Ungkap Cara Ampuh Menangkal Teror Jin Penglaris
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hamka-selamat-pencipta-lagu-kemaro.jpg)