Berita Aceh Selatan

Lahan Pabrik PKS Krueng Luas Diduga Dialihkan Jadi Milik Pribadi, Formak Minta Polisi Usut Tuntas

Lahan yang diklaim oleh Bupati Aceh Selatan sebagai milik Pemerintah itu ternyata telah dialihkan menjadi milik pribadi seseorang yang berinisial SA.

Lahan Pabrik PKS Krueng Luas Diduga Dialihkan Jadi Milik Pribadi, Formak Minta Polisi Usut Tuntas
Hand-over dokumen pribadi
Ketua Formak, Ali Zamzami 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Lahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) seluas 127.200 M2 (12,72 ha) milik Pemkab Aceh Selatan di Gampong Krueng Luas, Kecamatan Trumon Timur, diduga telah dialihkan status kepemilikannya menjadi milik pribadi seorang oknum yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Aceh Selatan.

"Dari hasil investigasi LSM FORMAK terkait polemik status kepemilikan atas Lahan Pabrik CPO Krueng Luas, yang belakangan ini heboh dan dipertanyakan masyarakat keabsahannya, ditemukan indikasi Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dalam persoalan tersebut," kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (Formak) Aceh Selatan, Ali Zamzami, Sabtu (9/11/2019).

Pasalnya, lanjut Ali Zamzami, tanah yang diklaim oleh Bupati Aceh Selatan sebagai milik Pemerintah itu ternyata telah dialihkan menjadi milik pribadi seseorang yang berinisial "SA" dengan SHM Nomor 145 dan 146 yang tercatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Mirisnya lagi, adanya isu sertifikat tanah tersebut telah dijadikan agunan (jaminan Bank) atas kredit pribadi sang oknum pada salah satu Bank di Aceh," ungkap Ali Zamzami.

Atas fakta tersebut, Ali Zamzami meminta Pemkab Aceh Selatan untuk segera melakukan penertiban aset yang terancam hilang tersebut, dan diminta kepada pihak penegak hukum melakukan pengusutan dan tindakan hukum atas pengalihan aset Negara tersebut secepat mungkin.

"Penyelesaian dengan segera atas persoalan tanah milik Pemkab tersebut menjadi hal yang sangat penting dan mendesak saat ini, karena mengingat keamanan dalam pengelolaan pabrik CPO dan Kebun Sawit milik Pemkab yang ada dalam lokasi lahan dimaksud," papar Ali Zamzami.

Ali Zamzami menambahkan, jika tidak segera diselesaikan dikawatirkan muncul permasalahan lain, yaitu hilangnya aset dearah tersebut yang bisa saja terjadi penyitaan oleh pihak bank, jika kredit sang oknum pelaku penyerobotan itu macet dan bermasalah, atau bisa saja diperjual belikan ke pihak lain.

"Selain itu kami mengkawatirkan adanya reaksi masyarakat, khususnya warga Krueng Luas dan pemilik serta ahli waris pemilik dasar tanah lahan PKS tersebut, yang menurut mereka riwayat tanah tersebut dijual murah karena untuk kepentingan umum.

"Warga pada tahun 1999 dulu itu rela menjuual tanahnya dengan harga murah guna ,endukung pembangun pabrik CPO dan kebun sawit, serta fasilitas lain di dalamnya untuk dimiliki Pemkab Aceh Selatan, agar bermanfaat bagi daerah dan masyarakat, bukan untuk pribadi tertentu," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui belakangan ini, warga sudah mempertanyakan dan bahkan telah mengadukan persoalan tersebut ke DPRK Aceh Selatan untuk ditindak lanjuti segara, karena setelah diketahui tanah tersebut ternyata sudah menjadi milik pribadi oknum tertentu sejak tahun 2010 lalu.

"Menurut kami, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele dan dibiarkan berlarut- larut. Pemkab Aceh Selatan dan Pihak penegak hukum harus bertindak cepat, demi adanya kepastian hukum atas status lahan PKS Krueng Luas tersebut," pungkas Ali Zamzami.

Terkait dengan dugaan pengalihan aset daerah menjadi milik pribadi itu, Serambinews.com  belum berhasil meminta tanggapan dari oknum mantan Pimpinan BUMD Pemkab Aceh Selatan dimaksud. Pasalnya nomor yang biasa digunakan, sat ini sudah tidak aktif.(*)

Mudahkan Anak Aceh Belajar ke Timur Tengah, Pergub 28/2019 Sebaiknya Direvisi

Untuk Calon Pelamar CPNS, Ini Jasa Online di Subulussalam yang Siap Membantu Kebutuhan Anda

Persiraja Bungkam Mitra Kukar 2-0

Wow, Pejabat dan ASN Pemerintah Aceh dapat Tawaran Beasiswa Doktor

Penulis: Taufik Zass
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved