Kamis, 14 Mei 2026

Berita Langsa

Tastafi di Langsa, Tu Sop : Tiga Hal Yang Bisa Menyukseskan Hidup Di Dunia Dan Akhirat

"Manusia Yang Sukses Adalah Bagaimana Seseorang itu Bisa Menyukseskan Diri Setelah Kematian,” Sebut Tu Sop

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Nur Nihayati
Dok. Humas BMU, Al Fadha.
Tusop saat menyampaikan tausiah di Masjid Babussalam Gampong Kuala Langsa. 

"Manusia Yang Sukses Adalah Bagaimana Seseorang itu Bisa Menyukseskan Diri Setelah Kematian,” Sebut Tu Sop 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA-- Dalam rangka memperingati Milad Rasulullah SAW 1441 Hijriah, DPD Barisan Muda Ummat (BMU) Kota Langsa Tastafi.

Kegiatan ini kerja sama dengan Remaja Masjid Babussalam.

Pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqih (Tastafi) ini diadakan di halaman Masjid Babussalam Gampong Kuala Langsa, Langsa Barat, Minggu, (10/11/2019) Malam. 

Pengajian Tastafi ini turut menghadirkan Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H M Yusuf A Wahab yang akrab disapa Tu Sop.

Pemkab Nagan Raya Lelang Dua Jabatan Eselon II

Angin Puting Beliung Rusak Tiga Rumah  

Pengurus K2M Aceh Dikukuhkan  

Beliau merupakan Imam Besar Barisan Muda Ummat (BMU) sebagai pengasuh. 

Tu Sop dalam tausiahnya menyebutkan, orang yang cerdas mempunyai perencanaan dan prosudural kehidupan yang tepat dan efisien dalam menyukseskan diri menuju syurga.

"Manusia yang pandai memiliki orientasi bagaimana caranya menempuh perjalan hidup di dunia menjadi investasi akhirat, sukses didunia dan akhirat," sebut Tu Sop seperti dikutip Humas BMU Al Fadhal.

Mengutip sebuah hadis Rasulullah, "Manusia yang cerdas, manusia yang pandai dan manusia yang kuat adalah manusia yang tidak mengikuti hawa nafsu dan selalu mempersiapkan diri setelah kematian".

Hadis tersebut jelas Tu Sop, telah digambarkan Imam Al Ghazali dalam hujjahnya, bahwa ada tiga hal yang dapat kita disimpulkan meliputi semua aspek kehidupan masyarakat. 

Pertama, Adil, artinya apapun kegiatan yang kita lakukan harus adil, baik sebagai penguasa, pemimpin, hakim untuk memutuskan sesuatu kebijakan.

Dalam menjalankan profesi baik bertani, dagang atau lainya tidak menzalimi dan merugikan orang lain.

Kedua, Ihsan, bermakna perintah melakukan praktek dan mengimplementasikan berbagai macam kebaikan selain ibadah menjadi amal kita.

Baik kepada sesama manusia, hewan maupun lingkungan hidup kita.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved