Istri Mafia Sabu Ditangkap

Lima Fakta Mafia Sabu Asal Aceh Murtala Ilyas, Ditangkap di Bireuen dan Punya Aset 144 Miliar

Berikut lima fakta seputar kasus mafia sabu Murtala Ilyas, dari penangkapan, keputusan MA mengembalikan aset 142 miliar

Lima Fakta Mafia Sabu Asal Aceh Murtala Ilyas, Ditangkap di Bireuen dan Punya Aset 144 Miliar
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari saat paparkan kasus TPPU di Kantor BNNP Sumut. 

Penangkapan Murtala ini merupakan hasil pengembangan dari ditangkapnya Darkasyi alias Hendra Gunawan alias Pak Hen dalam perkara narkotika dan pencucian uang, pada tahun 2013 lalu.

Hampir satu tahun penyelidikan, anggota BNN kembali meringkus bandar sabu Samsul Bahri alias Son dan M Irsan alias Amir dalam perkara narkotika serta pencucian uang.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap rekening pelaku, ditemukan adanya transaksi mencurigakan berupa ada sejumlah uang yang masuk ke dalam rekening bank yang digunakan oleh terdakwa Murtala Ilyas Bin Ilyas.

Nasib Trenggiling, Mamalia Paling Diburu Mafia Sabu

Kasat Reskrim, AKP M Taufiq (tiga dari kiri) didampingi sejumlah anggotanya menunjukkan barang bukti sisik Trenggiling yang diamankan dari tiga tersangka saat konferensi pers, di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (21/8/2019).
Kasat Reskrim, AKP M Taufiq (tiga dari kiri) didampingi sejumlah anggotanya menunjukkan barang bukti sisik Trenggiling yang diamankan dari tiga tersangka saat konferensi pers, di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (21/8/2019). (SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI)

2. Punya Aset 144 Miliar

Sejak saat ditangkap, petugas terus berupaya mencari aset hasil penjualan narkotika untuk memiskinkan bandar sabu ini.

Murtala juga diketahui pernah menerima transferan dana dari Darkasyi untuk membayar narkotika kepada Saiful (DPO) yang berada di Malaysia.

Murtala juga diketahui memanfaatkan uang hasil bisnis narkoba itu untuk membeli aset berupa tanah, membangun SPBU, dan berbagai harta lainnya.

Atas hal itu, Jaksa Penuntut Umum menuntut Murtala dengan hukuman 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dan aset sebesar Rp 144 miliar dirampas untuk negara.

Pada tanggal 28 Juli 2017, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bireuen menjatuhkan vonis penjara selama 19 tahun serta denda sebesar Rp 5 miliar.

Murtala dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved