Senin, 20 April 2026

Usai Serang Jalur Gaza, Kini Israel Gempur Hamas

Pasukan militer Israel menyatakan telah meluncurkan serangan udara ke beberapa wilayah yang dikontrol oleh militan Hamas.

Editor: Amirullah
Adel Hana/AP Photo via Al Jazeera
Israel kembali melakukan serangan di Jalur Gaza dengan menarget kelompok militan Hamas. 

Militer Israel menyebut akan bersedia mematuhi gencatan senjata apabila tidak ada lagi serangan roket ke wilayahnya.

Gencatan senjata tidak resmi yang dimulai Kamis pagi itu (14/11) mengakhiri eskalasi ketegangan dua hari yang dipicu serangan Israel yang menewaskan seorang komandan militan Gaza.

Pertempuran antara Israel dan kelompok militan itu menewaskan 34 orang Palestina, termasuk 16 warga sipil.

Kelompok militan Gaza menembakkan lebih dari 450 roket ke arah Israel, sehingga melumpuhkan banyak kawasan di Israel Selatan tanpa mengakibatkan korban tewas atau cedera serius.

Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim Polri atas Dugaan Penistaan Agama

Bocah Ini Terlahir dengan Ekor dan Diperlakukan Seperti Dewa, Dipercaya Sebagai Titisan Hanuman

Usai Pengumuman Genjatan Senjata, Roket Kembali Diluncurkan Militan Gaza ke Wilayah Israel - Kamis 14 November 2019

Dua hari yang lalu, kelompok militan Gaza dilaporkan menembakkan sejumlah amunisi roket kepada Israel pada Kamis, (14/11/2019), beberapa jam usai diumumkannya genjatan senjata untuk mengakhiri serangan intensif selama dua hari antara Israel dengan kelompok jihad militan Gaza.

Sampai berita ini dibuat, belum ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab terhadap gelombang serangan roket tersebut.

Selain itu juga belum jelas siapa yang ingin merusak perjanjian genjatan senjata ini, seperti dilaporkan AP, Kamis, (14/11/2019)

Sebelumnya, kelompok militan di Gaza mengumumkan genjatan senjata pada Kamis, (14/11/2019) pagi waktu setempat.

Beberapa saat setelahnya, Israel juga mengumumkan berakhirnya operasi militer di wilayah tersebut.

Letkol Avichay Adraee selaku Juru Bicara Militer Israel mengonfirmasi kebenaran genjata dengan kelompok militan Gaza.

Genjatan senjata ini terjadi usai pertempuran yang berlangsung selama dua hari terakhir.

"Pertempuran dua hari ini sudah berakhir," cuit Letkol Avichay Adraee dalam sebuah tweet, dilansir oleh AP, (14/11/2019).

Menteri Luar Negeri Israel, Yisrael Katz menanggapi genjatan senjata ini dalam sebuah siaran radio.

"Ketenangan akan dibalas dengan ketenangan," kata Yisrael Katz.

()
Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved