Berita Aceh Barat
Banjir Luapan di Aceh Barat Mulai Surut
“Secara keseluruhan banjir yang sempat menerjang sejumlah kecamatan di Aceh Barat kini untuk sementara waktu, air telah mulai surut,”
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Nurul Hayati
“Secara keseluruhan banjir yang sempat menerjang sejumlah kecamatan di Aceh Barat, kini untuk sementara waktu, air telah mulai surut,” kata Masuri, Koordinator Pusda Lops pada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat kepada Serambinews.com, Senin (18/11/2019).
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Enam kecamatan yang sempat dilanda banjir, pada Senin (18/11/2019) dilaporkan telah mulai surut.
Banjir berangsur-angsur surut di enam kawasan tersebut.
Sejumlah desa yang sempat terendam banjir, kini telah mulai kering.
Hanya tinggal genangan di halaman rumah warga.
“Secara keseluruhan banjir yang sempat menerjang sejumlah kecamatan di Aceh Barat, kini untuk sementara waktu air telah mulai surut,” kata Masuri, Koordinator Pusda Lops pada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat kepada Serambinews.com, Senin (18/11/2019).
Sebelumnya, air surut dan desa yang sempat terendam banjir itu di enam kecamatan masing-masing di Kecamatan Woyla Barat.
• Pemain Asing Arema FC Sudah Sebulan Menghilang, Begini Reaksi Pelatih Milomir Seslija
Meliputi Desa Lubhok Pasi Ara, Ulee Pasie Ara, Cot Lagan, Peuleukung, Alue Leuhob, Blang Luah dan Gampong Cot Rambong. Berikut Desa Lhok Malee, Pasie Malee, Napai, Cot Mameh, dan Blang Cot Rubek.
Sementara di Kecamatan Woyla Timur, Desa Alue Meuganda, Gampong Baro, dan Tuwie Umpeuk.
Ada pun di Kecamatan Meureubo meliputi Desa Pasi Mesjid, Pasie Aceh, Pasie Aceh Tunong, dan Pasi Teungoh.
Kecamatan Kaway XVI yakni, Desa Keude Aron, Pasi Jambu, Alue Tampak, Meunasah Buloh, Padang Mancang, Tumpok Ladang, Meunasah Ara, Meunasah Rayeuk, Tanjong Bungong, Putim, dan Desa Puuk.
Sedangkan di Kecamatan Panton Reu di antaranya Desa Meutulang dan Desa Mugo.
Kecamatan Johan Pahlawan desa yang terkena banjir Desa Pasi Leuhan, Gampa, Marek, Blang Beurandang, dan Desa Leuhan Putro Ijo.
Disebutkan, kondisi air di Kecamatan Meureubo, Johan Pahlawan, dan Kaway XVI masih tinggi.
Di sebagian rumah warga, ketinggian air mencapai 30 hingga 80 cm.
• Sejumlah Galian C di Abdya Diduga belum Kantongi Izin
Sementara itu, masyarakat mengungsi ke tempat saudara di desa masing-masing yang jauh dari jangkauan banjir.
Sedangkan kondisi banjir, sebagian air sudah mulai surut.
“Untuk sementara waktu, air di desa kita kini telah mulai mengering. Warga yang sebelumnya tidak bisa menginap, sekarang sudah seperti biasanya lagi, dan lantai rumah sudah tidak ada genangan air lagi,” jelas M Saman, Keuchik Napai, Kecamatan Woyla Barat.
Ia menambahkan, jika tidak ada hujan deras lagi diyakini banjir susulan tidak akan terjadi lagi di desanya.
Namun sebaliknya, jika ada hujan deras kemungkinan besar Napai akan dilanda banjir lagi.
Akibat luapan Krueng Woyla.
Sementara di Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo juga telah tidak ada air lagi di badan jalan dan rumah.
Sehingga aktivitas warga saat ini sudah mulai normal kembali. (*)
• Terkait Bangkai Babi di Sungai, Wabup: Masyarakat Aceh Singkil tak Perlu Khawatir Konsumsi Ikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bekas-banjir-di-aceh-barat.jpg)