Demo Tunggal

Demo Tunggal di Aceh Barat Tolak Wacana 3 Periode Presiden, Termasuk Minta Harga Emas Turun

Dikatakannya, bahwa aksi tersebut merupakan inisiatifnya sendiri, sehingga ia tidak mengajak pemuda lainnya.

Demo Tunggal di Aceh Barat Tolak Wacana 3 Periode Presiden, Termasuk Minta Harga Emas Turun
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Salah satu pemuda melakukan aksi demo tunggal di Simpang Pelor depan Kantor DPRK Aceh Barat, Jumat (22/11/2019) sore. 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Seorang pemuda melakukan aksi demo tunggal atau seorang diri di Simpang Pelor Depan Kantor DPRK Aceh Barat, Jumat (22/11/2019) sore.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes penolakan wacana presiden 3 periode, dan menolak undang-undang pernikahan.

Pria tersebut yang melakukan aksi tunggal itu menduduki pagar DPRK dengan memegang dua lembar kertas karton yang bertuliskan sejumlah penolakan di antaranya menolak wacana presiden 3 periode, menolak undang-undang pernikahan, serta meminta Perpres 75 tahun 2019 tentang BPBS di cabut dan meminta harga emas harus dapat diturunkan.

Dalam aksi seorang diri itu, ia tidak melakukan orasi seperti aksi demo umumnya.

Namun pemuda tersebut hanya memegang kertas karton saja di tangannya. Sementara wajahnya menggunakan penutup yang disertai kacamatan hitam.

Ia duduk berdiam diri saja sambal memegang kertas karton.

Peserta Fun Bike dan Fun Walk Unsyiah Diimbau Peduli Kebersihan Lingkungan

Pegiat Pencegahan Stunting, Pemerintah Pusat Beri Penghargaan untuk Tokoh Kesehatan Aceh

Seorang Dokter Dilaporkan ke Polisi, Setubuhi Siswi SMP di Bilik Periksa dan Diberi Uang Rp 1,5 Juta

“Harusnya pemerintah lebih mengutamakan dan memikirkan tentang kesejahteran masyarakat bukan hanya memikirkan keuntungan pribadi dan kelompok, seperti harus 3 periode presiden, ini sudah sangat tidak tepat,” ungkap MJ, pendemo tunggal tersebut kepada wartawan di Simpang Pelor Meulaboh, Jumat (22/11/2019).

Terkait hal itu pihaknya mengharapkan kepada pemerintah agar peka terhadap kondisi masyarakat yang masih hidup dalam kesusahan.

Dikatakannya, bahwa aksi tersebut merupakan inisiatifnya sendiri, sehingga ia tidak mengajak pemuda lainnya.

Sebab menurut dia, bahwa menyampaikan aspirasi tersebut tidak mesti harus ramai, dan semua warga negara berhak menyampaikan aspirasi di muka umum.

Sekitar satu jam menjelang magrib, ia langsung meninggalkan lokasi aksi.(*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved