Siswa Berprestasi
Siswa Fatih Bilingual School Raih Medali Perunggu di Korea Selatan
Proyek inovasi itu berjudul ‘Moss as a Substitute for the Main Substance in Deodorant’ yang diprakarsai Aqil Naufal Syahrul dan Muhammad Syafiq Akbar.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dua siswa Fatih Bilingual School Banda Aceh, Aqil Naufal Syahrul dan Muhammad Syafiq Akbar, berhasil meraih bronze medal (medali perunggu) pada Sabtu (30/11/2019) siang dalam lomba proyek penelitian yang sudah mereka siapkan sejak Oktober 2018 lalu.
Dalam event internasional itu, Fatih Bilingual School Banda Aceh mengirimkan sebuah proyek inovasi berjudul ‘Moss as a Substitute for the Main Substance in Deodorant’ yang diprakarsai oleh dua siswa yang luar biasa: Aqil dan Syafiq.
Karya mereka dilombakan pada Olimpiade Bidang Penelitian dan Proyek Sains SIIF di Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada tanggal 27-30 November 2019.
Hasilnya diumumkan hari ini dan ternyata siswa Sekolah Fatih meraih juara III dan berhak atas medali perunggu.
Dua siswa Sekolah Fatih itu bersaing dengan ratusan tim dari 27 negara, yaitu Bahrain, Bangladesh, Cina, Kroasia, Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Iran, Korea Selatan, Kuwait, Malaysia, Myanmar, Nigeria, Oman, Polandia, Portugal, Qatar, Rusia, Arab Saudi, Taiwan, Thailand, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam, dan Indonesia.
Yang lebih membanggakan lagi, tim Fatih Bilingual School juga mendapatkan special award (penghargaan khusus) dari National Research Council of Thailand (NRCT) atas pencapaian proyek penelitian mereka.
"Hal itu menjadi obat penawar bagi segala persiapan dan proses penelitian yang mereka lakukan. Mulai dari kajian literatur, pengambilan sampel, ekstraksi, hingga pengujian di laboratorium mikrobiologi di bawah bimbingan guru Fatih Bilingual School, Mr Manda Edy Mulyono," kata Nurhadi Hafman, Direktur Fatih Bilingual School, Lamlagang, Banda Aceh.
Menurut Nurhadi kepada Serambinews.com, Sabtu (30/11/2019) sore, Seoul International Invention Fair (SIIF) yang diikuti dua siswa Fatih itu merupakan program pameran dan kompetisi penemuan dan inovasi tahunan yang diselenggarakan Korea Invention Promotion Association (KIPA). SIIF tersebut diikuti para siswa dan mahasiswa dari berbagai negara.
Sebelumnya, kata Nurhadi, Aqil dan Syafiq telah mendapatkan penghargaan medali perak (silver medal) pada ajang serupa di Singapura, yakni Advanced Innovation Global Competition (AIGC) pada 15-17 November 2019 di Nanyang Technical University, Singapore.
Mereka berhasil bersaing dengan banyak tim dari berbagai negara, seperti Ukraina, Cina, Iran, Jepang, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Malaysia.
Medali kali ini menambah daftar prestasi Fatih Bilingual School,vterutama di bidang penelitian dan proyek sejak tahun 2006.
"Bidang penelitian dan proyek memang digarap secara khusus dan serius lewat komunitas siswa yang dinamakan FreshJet (Fatih Research and Project Team)," kata Nurhadi.
Setiap tahun, menurutnya, para siswa diarahkan untuk dapat berkontribusi dalam bidang penelitian dengan memberikan solusi dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.(*)
• 2.180 Nasi Bungkus Akan Dibagi Gratis untuk Masyarakat
• UTU Buka 17 Formasi Dosen CPNS, Ini Formasi yang Masih Kosong Pelamar
• Forum DAS Peusangan Gelar Festival Krueng Peusangan 5 Desember
• Kabar Gembira, Pengantin Baru Bisa Dapat Kartu Pra Kerja Berisi Rp 7,6 Juta Mulai Maret 2020
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bronzemedal.jpg)