Breaking News:

Berita Pidie Jaya

Dua Tahun Gempa Pijay, 5.295 KK Korban Gempa Tempati Rumah Bantuan, Ini Penjelasan Said Mulyadi

Bencana gempa di Pidie Jaya telah berlalu selama dua tahun, tepatnya 7 Desember 2016, dan hingga 7 Desember 2019. Tepat dua tahun pascagempa Pidie..

Penulis: Idris Ismail
Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Bencana gempa di Pidie Jaya telah berlalu selama dua tahun (7 Desember 2016-7 Desember 2019). Dua tahun pascagempa Pidie Jaya, sejumlah rumah sudah ditempati para korban yang rumahnya rusak. 

Dua Tahun Bencana Gempa Pijay,  5.295 KK Korban Gempa Tempati Rumah Bantuan.  Ini Penjelasan Said Mulyadi 
 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
 

SERAMBINEWS.COM,  MEUREUDU - Bencana gempa di Pidie Jaya telah berlalu selama dua tahun, tepatnya  7 Desember 2016, dan hingga 7 Desember 2019. Tepat dua tahun pascagempa Pidie Jaya, sejumlah rumah sudah ditempati para korban yang rumahnya rusak. 

Dalam bencana itu selain menghacurkan Infrastruktur publik seperti jalan,  jembatan,  serta meluluhlantakkan 6.005 unit rumah warga di delapan kecamatan. Selain kerusakan rumah dan fasilitas publik, 110 jiwa meninggal dunia.

Berkaitan dengan perihal ini,  Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memastikan sebanyak 5.295 Kepala Keluarga (KK)  korban gempa di delapan kecamatan telah menempati rumah bantuan yang dibangun oleh Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) Pusat.  

Wakil Bupati Pijay,  H Said Mulyadi SE MSi kepada Serambinews.com,  Sabtu (7/12/2019) mengatakan, berdasarkan data yang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya hingga pertengahan 2019 lalu jumlah rumah bantuan untuk korban gempa untuk dua tahap  sebanyak 5.295 unit telah selesai dan ditempati oleh 5.295 KK.

Kado Natal untuk Gareth Bale Bikin Ngakak Seluruh Penggawa Real Madrid

Abusyik Raih Gelar Sarjana di Usia Senja, Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Sang Istri

Prediksi Susunan Pemain Timnas U-22 Indonesia Vs Myanmar, Kick-off Sore Ini

 "Saat ini masih ada sebanyak 710 unit pada tahap ketiga yang sedang dalam proses pencairan dana sebesar Rp 60,3 miliar lebih dengan pemerintah pusat dan ditargetkan dalam pertengahan Desember 2019 dapat diselesaikan sehingga akhir tahun dapat dikerjakan,"sebutnya. 

 Menurut Said Mulyadi,  bahwa 5.295 unit rumah yang telah dibangun dan juga  telah ditempati oleh para korban gempa terdiri rusak berat sebanyak 2.497 unit dan rusak sedang 2.799 unit. 

Jadi,  tindakan pembangunan pada tahap pertama dilakukan  sampai akhir 2018 lalu dengan jumlah  4.998 unit tuntas dikerjakan.  Lalu sisanya 297 unit untuk tahap  ke II  tuntas dibangun pada Juli 2019 laku. 

Banjir Singkil, di Jalan Ujung Bawang Surut, di Pulo Sarok Malah Naik

Awak Kabin Sebut Kebijakan Ari Askhara Aneh, Berikut Beberapa Kebijakan Janggal Eks Dirut Garuda

Dalam rentang waktu usia gempa dua tahun telah berjalan pengerjaan rumah bantuan sebanyak 5.295 unit telah selesai dibangun dan ditempati merupakan hal yang patut diapresiasikan. 

Maka dalam hal ini tidak terlepas dengan kebersamaan pemerintah dengan masyarakat terutama  277 Kelompok Masyarakat (Pokmas)  yang memiliki integritas dan komitmen besar dalam menyegerakan  hajat hidup masyarakat banyak.  

"Termasuk sisa 710 unit pada tahap akhir ini (ketiga)  akan diselesaikan dalam waktu relatif singkat dan diharapkan tepat waktu tanpa bermasalah sebagaimana pada dua tahap yang telah berjalan,"ungkapnya.(*) 

Warga Pante Peusangan Butuh Jalan Aspal, untuk Mudahkan Petani Angkut Hasil Panen

Jadi Ketua PMI Kota Subulussalam, Zulyadin Fokus Hadirkan UTD

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved