Jumat, 1 Mei 2026

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Penari Wanita ini Ditembak oleh Dua Pria

Seorang penari wanita ditembak wajahnya oleh dua orang pria karena berhenti menari di sebuah acara pernikahan.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
The Business Standard/Youtube
Penari wanita ditembak karena berhenti menari di sebuah pesta pernikahan 

SERAMBINEWS.COM - Seorang penari wanita ditembak wajahnya oleh dua orang pria karena berhenti menari di sebuah acara pernikahan.

Gadis malang berusia 22 tahun itu bernama Hina. Ia tampil dalam upacara pernikahan putri seorang kepala desa di Uttar Pradesh utara, Sabtu (30/11/2019).

Namun, ditengah aksi panggungnya, Hina ditembak oleh dua orang pria di antara kerumunan.

Dua pria, diidentifikasi oleh polisi sebagai Sudhir Singh dan Phool Singh.

Keduanya ditangkap pada Jumat (6/12/2019) setelah video penembakan itu beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman video, terlihat Hina bersama seorang penari bernama Naina, tampil di atas panggung dengan deretan orang yang duduk di belakang mereka.

Saat lagu berhenti, pasangan berhenti menari.

Pada saat itu, penonton tak terima lalu meneriaki mereka.

Tak lama, terdengar suara tembakan, tapi tak ada seorang pun di kerumunan yang bereaksi.

Hina dan Naina kemudian berbalik dan melihat barisan penonton yang duduk di belakang mereka, dan tampaknya sedang berbicara dengan seseorang yang menembak.

Seorang penonton mengatakan bahwa peluru akan dilepas. Ada juga suara lain menjawab, “Saudaraku, Anda harus menembakkan pistol.”

Tembakan kedua yang lebih keras kemudian terdengar.

Hina memegang wajahnya dan berjalan terhuyung-huyung sebelum video berhenti. Ternyata wajah wanita itu ditembak.

Dia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dengan luka di rahangnya.

Paman mempelai pria, Mithilesh dan Akhilesh, yang berada di atas panggung pada saat itu, juga terluka dalam penembakan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved