Berita Aceh Barat Daya
Abdya Masuki Panen Raya, Produksi 7,8 Ton GKP Per Hektare
Panen raya dilaksanakan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH dengan menggunakan mesin panen atau mesin potong padi (combine harvester).
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Nur Nihayati
“Kerjasama melakukan penelitian dan ujicoba berbagai varietas padi dan hasilnya sudah sangat bagus,” kata Bupati Akmal.
Bupati Akmal menambahkan Indonesia adalah negara agraris, tapi kebijakan politik nasional masih menyedihkan terhadap pertanian.
“Amerika itu, negeri industri, tapi anggaran pertanian 20 persen dari APBN. Korea Selatan juga negeri industri, anggaran pertanian 18 persen. Sedangkan Indonesia negeri agraris, namun anggaran pertanian masih jauh di bawah 10 persen dari APBN,” jelas Akmal.
Sebelumnya Kepala Distanpan Abdya, drh Nasruddin melaporkan Luas Tambah Tanam (LTT) di Abdya telah dicapai seluas 10.289 ha tersebar di sembilan kecamatan sejak Babahrot sampai Lembah Sabil.
Pencapaian LTT ini dikatakan berkat dukungan semua komponen baik unsure pemerintah, penyuluh, mentri tani, pengelola Alsintan, keujruen chik, hop keujruen, kelompok tani dan semua petani di Abdya.
Dari umbinan (sampel produksi) sementara yang diambil dari areal sawah yang memasuki penen raya tingkat produksi mencapai 7,8 ton Gabah Kering Panen (GKP) per ha.
Sedangkan harga gabah sekarang ini menguntung para petani karena pada kisaran harga Rp 5.000 sampai Rp 5.200 per kilogram GKP.
Nasruddin lebih lanjut menjelaskan, pekerjaan rumah yang terus diperjuangkan untuk mencapai Indek Pertanaman (IP) 300 atau lebih dikenal 3 kali tanam dalam setahun menjadi agenda penting untuk meningkatkan Indek Pertanaman yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Selain itu Pemkab Abdya terus berupaya melakukan inovasi-inovasi untuk bisa menurunkan biaya produksi sehingga margin keuntungan yang diperoleh petani menjadi lebih besar.
Salah satu cara adalah menambah penyediaan menetapkan ongkos pengelolaan Alsintan termurah, menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi, khususnya, Fakultas Pertanian Unsyiah dalam hal memuliakan dan mencari benih padi yang tahan pada kondisi unsur hara yang minim, padi umur genjah dan produksi tinggi.
“Sekarang, Bupati juga sedang mencari pupuk organik yang ramah lingkungan dan murah sebagai upaya untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk kimia di masa mendatang,” papar Nasruddin.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/panen-padi-menggunakan-mesin.jpg)