Berita Aceh Barat Daya
Abdya Masuki Panen Raya, Produksi 7,8 Ton GKP Per Hektare
Panen raya dilaksanakan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH dengan menggunakan mesin panen atau mesin potong padi (combine harvester).
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Nur Nihayati
Panen raya dilaksanakan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH dengan menggunakan mesin panen atau mesin potong padi (combine harvester).
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Areal tanaman padi MT Gadu 2019 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) seluas 10.289 hektare (ha), memasuki panen raya.
Kegiatan temu lapang panen raya benih padio unggul Mira-1 itu dipusatkan di areal sawah Desa Pisang, Kecamatan Setia, Selasa (10/12/2019) siang.
Panen raya dilaksanakan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH dengan menggunakan mesin panen atau mesin potong padi (combine harvester).
• Anak-anak Menangis, Gajah Masuki Kampung Negeri Antara
• Oarfish Tertangkap Nelayan Sulsel, Benarkah Akan Terjadi Gempa & Tsunami Seperti Pengalaman Jepang?
• Rumah Warga Blangkejeren Terbakar Saat Korban Tertidur Lelap, Harta Benda tak Ada yang Selamat
Panen dilakukan Bupati bersama Kapolres AKBP Moh Basori SIK, Kajari Nilawati SH MH,Wakil Bupati Muslizar MT, pejabat mewakili Dandim 0110 Abdya, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) drh Nasruddin.
Dihadiri, Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah diwakili Prof Dr Lukman Hakim MSi, Pejabat dari Batan Bandung, Rasmaidar, para Asisten, sejumlah Pimpinan SKPK, para Camat, Keuchik/Kepala Desa, para Keujruen Chik, Hop Keujruen serta Ketua Kelompok Tani.
Bupati Akmal dalam acara panen raya itu mengatakan, bertani merupakan pekerjaan yang mengikuti Rasulullah. Dan setiap petani adalah pembisnis, dia keluarkan berapa dan dapat berapa.
Agar pendapat meningkat, maka petani harus memilih varietas mana yang memproduksi gabah lebih banyak dan nilai jual lebih mahal, termasuk ketahanan penyakit lebih tinggi dan waktu panen lebih cepat.
Benih padi unggul yang dikebangkan itu merupakan varietas unggul Mira-1 yang diperkenalkan sejak 2008 atau ketika Akmal menjadi Bupati Abdya Periode 2007-2012. ternyata, setelah hingga sekarang atau sampai Akmal dipercaya menjabat Bupati Abdya Masa Jabatan 2017-2022, varietas Mira-1 masih dibawa oleh p;ara petani di Abdya. “Itu berarti, hasilnya menguntungkan para petani,” kata Akmal.
Bupati pada kesempatan itu mengaku terkejut ketika Kapolres AKBP Moh Basori SIK membawa bibit padi Sultan dari Sulawesi yang umurnya hanya 75 hari.
“Beliau (kapolres) sudah tanam di Abdya dan sudah panen. Ini info sangat bangus dalam upaya membantu petani mendapat varietas padi cepat panen,” kata Akmal Ibrahim.
Bupati Abdya itu mengaku sangat senang dengan padi. “Setelah shalat subuh, saya turun ke sawah. Jadi yang pertama saya nikmati itu adalah kopi, kedua adalah sawah, habis ngopi pagi saya langsung ke sawah,” ungkap Akmal.
Padi, kata Bupati Abdya sangat mengasyikkan dan menimbulkan seribu pertanyaan dan menyangkut hidup jutaan orang. Karena itu harus ada perhatian lebih terhadap padi, dalam artian tidak boleh sembarangan, tapi harus ada perhatian lebih.
Terkait hal ini Bupati Akmal menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Pertanian Unsyiah, dimana telah mengirimkan Dr Efendi M Agric Sc untuk melakukan kerjasama dengan Abdya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/panen-padi-menggunakan-mesin.jpg)