Berita Abdya
Irigasi Alue Bak Ara Kuala Batee Jebol, Ini Janji Kepala Dinas PU Abdya
Kepala Dinas PU dan PR Abdya, Ir Much Tavip MM mengatakan, persoalan irigasi Alue Bak Ara, akan ditangani segera. Bahkan, pihaknya sudah menyediakan a
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Nurul Hayati
Kepala Dinas PU dan PR Abdya, Ir Much Tavip MM mengatakan, persoalan irigasi Alue Bak Ara, akan ditangani segera. Bahkan, pihaknya sudah menyediakan anggaran Rp 5,1 miliar pada Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) 2020.
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Irigasi teknis Alue Bak Ara Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan dibangun pada tahun 2020.
Bahkan, untuk pembangunan irigasi Alue Bak Ara tersebut, pemerintah Abdya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU dan PR) telah memplotkan anggaran sebesar Rp 5,1 miliar.
Pasalnya, jika tidak segera ditindak lanjuti, maka seratusan hektar sawah milik masyarakat tidak bisa tanam padi pada musim tanam kedepan.
Karena, suplai air ke seratusan hektar areal persawahan di Gampong Krueng Pantoe, Blang Makmur dan sekitarnya menjadi terganggu.
Kepala Dinas PU dan PR Abdya, Ir Much Tavip MM mengatakan, persoalan irigasi Alue Bak Ara, akan ditangani segera.
Bahkan, pihaknya sudah menyediakan anggaran Rp 5,1 miliar pada Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) 2020.
• BREAKING NEWS - Truk Tronton Pengangkut Semen Terjun ke Jurang di Jalan Takengon-Angkup
"Alhamdulillah, semua dokumen kelengkapannya telah rampung, mohon doanya," ujar Kepala Dinas PU dan PR Abdya, Ir Much Tavip MM.
Menurut Tavip, jika irigasi itu terbangun, maka kebutuhan air petani mengairi sawah di kawan tersebut akan normal kembali.
Bahkan, katanya, bangunan irigasi akan dibangun tersebut, akan lebih memaksimalkan suplai air ke areal persawahan.
Serta dilengkapi pintu sayap kiri dan kanan.
"Kalau bangunan irigasi yang jebol itu, kan hanya memiliki satu pintu saja, sehingga suplai air tidak maksimal dan merata," jelasnya.
Tidak hanya itu, katanya, bangunan irigasi tersebut, akan dibangun di lokasi lain dengan jarak 500 meter dari jembatan sungai tersebut.
"Lokasinya tidak lagi di tempat semula, namun dipindahkan ke lokasi lain yang dianggap lebih strategis," sebutnya.
• Tinggal Empat Desa Lagi di Bireuen belum Ajukan Usulan Bantuan DD, Ini Batas Akhir
Awalnya irigasi teknis tersebut, tambahnya, dibangun secara permanen pada tahun 2014 lalu.
Namun, setelah beberapa kali dihantam banjir luapan, irigasi dan tebing pengaman yang berada di kawasan irigasi dibangun secara darurat.
Berbagai upaya sudah dilakukan.
Tapi tetap saja tidak maksimal dan semakin parah.
"Solusinya perlu dibangun kembali, agar kekhawatiran petani tidak berlarut-larut dan masyarakat bisa menanam padi kembali," pungkasnya.
Seperti diberitakan, seratusan hektar (ha) sawah milik masyarakat di kecamatan Kuala Batee, terancam tidak bisa tanam padi, pada masa tanam kedepan.
• Kadisdikbud Aceh Tamiang Zulkarnain Putra Minta Guru 3T tak Minder dan Harus Tingkatkan Kompetensi
Pasalnya, tanggul irigasi Alue Bak Ara Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, jebol dihantam air hujan beberapa waktu lalu.
Akibatnya, suplai air ke seratusan hektar areal persawahan di Desa Krueng Pantoe, Blang Makmur dan sekitarnya menjadi terganggu.
Irigasi yang dibangun tahun 2014 tersebut, pernah rusak parah dihantam banjir pada 4 Oktober 2018 lalu.
Selanjutnya, sudah beberapa kali ditanggulangi secara darurat oleh pemerintah setempat.
Namun beberapa waktu lalu, tanggul tersebut kembali dihantam dan membuatnya jebol.
Imbas dari jebolnya irigasi dimaksud, akan berdampak pada proses penggarapan lahan di musim tanam mendatang.
Kalau tidak segera ditangani secara serius, maka para petani tidak bisa melakukan penggarapan dan penanaman padi. (*)
• Tergerus Air Sungai, Jembatan Kampung Sukaramai Bener Meriah Nyaris Putus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tanggul-irigasi-di-abdya.jpg)