Berita Luar Negeri
Korea Utara Ancam AS, Bakal Beri Hadiah Natal, Ini Peringatan Amerika Serikat
AS memberikan peringatan setelah Korea Utara (Korut) berjanji bakal memberikan "hadiah Natal" tak menyenangkan
Trump, yang memilih menghindari perang dengan Korut, sempat mengatakan dia bakal "terkejut" jika Pyongyang menunjukkan sikap bermusuhan.
Negara komunis itu sudah menunjukkan gelagat gusar sejak pertemuan kedua Trump dan Kim di Hanoi, Februari lalu, gagal.
Kedua perwakilan negara sempat bertemu di Stockholm Oktober untuk memulai pembicaraan level tinggi.
• Petugas Pemadam Aceh Besar Tangkap Ular Kobra di Kamar Mandi Warga Lhoong
Namun Korut mengecam karena dianggap AS tak menawarkan apa pun.
Sinyal Craft untuk untuk memberikan sanksi nampaknya mendapat sikap kontra dari perwakilan China serta Rusia.
"Dewan Keamanan harus meninjau kembali sanksi untuk meringankan penderitaan rakyat Korut, dan menciptakan lingkungan untuk dialog," kata Duta Besar Zhang Jun.
Sementara Dubes Rusia Vassily Nebenzia mengecam AS yang masih memaksakan negosiasi, tapi tak menawarkan konsesi.
"Anda tentu tidak bisa mencapai sebuah kesepakatan jika Anda tidak menawarkan sebuah kesepakatan," kritik Nebenzia.
• BWF World Tour Finals 2019 - Jonatan Christie Ditaklukkan Wakil Taiwan Wang Tzu Wei
Jepang dan Korea Selatan mendukung Washington, dengan menyerukan supaya Korea Utara mematuhi Dewan Keamanan PBB.
Begitu juga dengan Perancis dan Inggris yang mempunyai hak veto di DK PBB.
Mereka meminta Korut menerima tawaran AS.
"Belum terlambat. Kalian bisa mencegah situasinya berubah menjadi lebih buruk," kata Duta Besar Inggris Karen Pierce.
• Dalam Sebulan Ini, Sudah Empat Kali Nelayan di Lhoong Dapat Hasil Tangkapan Melimpah
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS",