Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Tengah

Harum Kopi dan Gayo Cigar di Galeri Kopi Indonesia

Harum tembakau dataran tinggi Gayo sudah bisa dinikmati dalam bentuk cerutu. Diproduksi dalam skala kecil sebagai olahan industri rumah tangga...

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Cerutu buatan Abang Salmi 

Harum Kopi dan  Gayo Cigar di Galeri Kopi Indonesia

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Harum tembakau dataran tinggi Gayo sudah bisa dinikmati dalam bentuk cerutu. Diproduksi dalam skala kecil sebagai olahan industri rumah tangga.

Cerutu yang diberi merk "Gayo Mountain Cigar" itu mulai mendapatkan peminat dan digandrungi masyarakat dari dalam dan luar daerah.

 "Ini industri rumah tangga. Saya gulung sendiri. Saya tangani sendiri," kata Abang Salmi, pria kreatif  yang berada di balik lahirnya GMC atau Gayo Mountain Cigar, saat berbincang dengan Serambinews di kediamannya, Galeri Kopi Indonesia, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

Ia mengaku, sudah hampir setahun melakukan eksperimen pembuatan cerutu. Ia belajar sendiri dan mengolahnya sendiri, termasuk membeli bahan baku dari beberapa petani tembakau di Gayo.

Abang Salmi, menjelaskan, salah satu keunggulan cerutu atau tembakau Gayo, karena ditanam di dataran tinggi dengan elevasi 1500 meter dari permukaan laut (mdp)l lebih, bahkan sampai 1800 mdpl.

Besok, Band Metal Tremor Launching Album Kedua di Taman Budaya, Dimeriahkan Band Lokal Lainnya

Ratusan Peserta Ikut Jalan Santai Peringati Hari Ibu di Bener Meriah, Ini Pesan Abuya Sarkawi

Satlantas Polresta Salurkan Dana untuk Nur Fadilah, Wanita Lumpuh Pembuat Kerupuk di Aceh Timur

 "Itulah yang membuat aroma tembakau Gayo menjadi sangat khas," ujar Abang Salmi.

 Ia menyebut GMC adalah pasangan ideal bagi kopi Gayo yang sudah lebih awal populer di dunia internsional.

Abang Salmi yakin tembakau asal Gayo juga akan menembus pasar internasional dengan cara yang ekslusif.

"Salah satunya melalui pembuatan cerutu ini," katanya. 

 Ia mengaku, produksi cerutu hasil olahannya masih kecil, lebih kurang 1000 batang per 10 hari.

Sebelumnya, di Gayo sudah berproduksi rokok linting  "bako ijo" atau tembakau hijau. Sesuai namanya, irisan tembakau memang hijau karena ditangani secara khusus. Abang Salmi mengatakan, ia juga menggunakan "bako ijo" sebagai bahan pembuatan cerutunya.

Pengakuan Wanita yang Didatangi Hakim Jamaluddin Sebelum Dibunuh, Ada Sejumlah Pria Berbadan Tegap

"Saya mengambil daunnya pada tunas atau ceding, bukan daun dari batang utama," kata Abang Salmi.

 Cerutu karya Abang Salmi bisa ditemukan di Galeri Kopi Indonesia, kedai kopi dalam kebun kopi, berada di Kecamatan Pegasing, lebih kurang 8 Km dari Takengon, ibukota Kabupaten Aceh Tengah. Mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved